Sukses

Lifestyle

Kartini Era Kini: Cerita Carina Joe di Balik Pengembangan Vaksin dan Perannya sebagai Perempuan di Dunia Sains

Fimela.com, Jakarta - Setiap tahun, Hari Kartini menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan untuk mendapatkan ruang dan kesempatan setara bukanlah hal yang bisa didapatkan dengan mudah. Sosok R.A. Kartini yang memperjuangkan akses pendidikan untuk perempuan pada masanya, hingga hari ini, semangat itu terus berlanjut dalam bentuk yang lebih luas. Hal itu ditunjukkan dengan bagaimana perempuan hadir di berbagai bidang profesional yang dulu didominasi oleh laki-laki. 

Di era kini, peran perempuan dalam dunia sains semakin terlihat dan bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi sebagai bagian dari penggerak utama. Sosok seperti Carina Joe menjadi salah satu contoh bagaimana perempuan dapat berkontribusi dalam ranah sains yang menuntut ketelitian, inovasi, dan pemikiran kritis. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa batasan gender dalam dunia sains perlahan mulai  bergeser dan memberi ruang yang lebih setara bagi perempuan untuk berkembang.

Pandemi COVID-19 menghadirkan dinamika baru dalam dunia sains, terutama bagi para peneliti yang berada di garis depan pengembangan vaksin. Dalam wawancara ekslusif bersama Fimela, Carina Joe membagikan pengalaman langsungnya tentang bagaimana proses tersebut berlangsung di tengah situasi yang penuh tekanan.

Carina Joe menjelaskan bahwa keterlibatannya dalam pengembangan vaksin Oxford-AstraZeneca tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga bagaimana menjaga konsistensi produksi dalam kondisi yang serba terbatas.

"Tuntutan untuk bekerja cepat harus berjalan beriringan dengan ketelitian yang tinggi karena setiap proses memiliki dampak yang luas,"ujar Carina saat melakukan wawancara dengan Fimela.

Selain itu, pengalaman ini juga membentuk cara pandangnya terhadap peran sains. Tidak hanya sebagai bidang penelitian, tetapi juga sebagai bagian penting dalam menjawab tantangan yang dihadapi masyarakat secara global.

Melalui ceritanya, terlihat bagaimana pengalaman profesional dapat berkaitan dengan refleksi personal terutama dalam situasi yang tidak terduga seperti pandemi.

Belajar dari Pengalaman Carina Joe di Tengah Situasi Global

Salah satu tantangan paling nyata yang dihadapi Carina Joe selama pandemi adalah keterbatasan operasional yang ekstrem. Ia mengungkapkan bahwa pada satu periode, ia harus bekerja sepenuhnya mandiri di laboratorium dan bahkan menjadi satu-satunya personel di dalam gedung akibat kebijakan lockdown. Situasi ini membuat seluruh proses harus dijalankan tanpa dukungan langsung dari tim.

Kondisi tersebut tidak hanya menuntut kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan mental dalam menghadapi tekanan. Ia tetap memegang tanggung jawab besar untuk memastikan vaksin dapat diproduksi secara konsisten dalam skala besar.

"Setiap langkah harus tepat, karena kesalahan kecil saja bisa memengaruhi jutaan dosis yang dibutuhkan dunia," tambah Carina

Pengalaman bekerja sendiri di tengah urgensi global menjadi momen yang membentuk ketahanan dirinya. Ia menggambarkan bahwa fokus dan disiplin menjadi kunci utama untuk menjaga kualitas kerja, terutama ketika tidak ada ruang untuk kesalahan.

Di luar aspek teknis, pengalaman ini juga membuka perspektif tentang peran sains yang lebih luas. Ia melihat bahwa sains bukan hanya aktivitas di laboratorium, tetapi juga fondasi dalam menjawab tantangan kemanusiaan yang kompleks.

Sahabat Fimela, selama pandemi, banyaknya misinformasi dan hoaks menjadi salah satu tantangan yang tidak kalah besar. Carina menekankan bahwa masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memahami pentingnya pendekatan berbasis bukti ilmiah dalam menghadapi krisis.

"Sains menjadi alat untuk memberikan kejelasan di tengah ketidakpastian. Pendekatan ilmiah dapat membantu menghadirkan jawaban yang lebih objektif sekaligus membangun kepercayaan terhadap solusi yang dihasilkan," paparnya

Peran dan Ruang Perempuan Membangun Kesempatan di Dunia Sains

Dalam perjalanan kariernya, Carina Joe juga menghadapi dinamika yang berkaitan dengan posisinya sebagai perempuan di lingkungan kerja sains. Ia mengungkapkan bahwa dalam beberapa kesempatan, pandangan dan usulannya belum sepenuhnya mendapatkan kepercayaan, terutama dari peneliti senior di tim.

Sebagai peneliti yang relatif lebih muda, situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri. Namun, ia memilih untuk merespon dengan pendekatan yang lebih objektif, yaitu memperkuat setiap argumen melalui data dan pembuktian yang solid. Cara ini dapat membuat setiap ide bisa dinilai berdasarkan kualitasnya.

"Di tengah krisis global, tantangan ini mengajarkan saya bahwa bukti ilmiah adalah bahasa yang paling universal dan powerful," Ungkapnya dengan bijak.

Ungkapan tersebut menunjukkan bahwa dalam dunia sains, validitas data menjadi faktor utama dalam membangun kredibilitas. Bukti ilmiah menjadi bahasa yang dapat diterima secara umum, terlepas dari latar belakang seseorang.

 

Ruang Perempuan dalam Meraih Kesempatan Saat Ini

Sahabat Fimela, selain dinamika di lingkungan kerja, ia juga menyoroti pentingnya dukungan dalam membangun ruang bagi perempuan. Dukungan ini tidak hanya datang dari profesional, tetapi juga dari keluarga yang memberikan ruang untuk berkembang.

Kebijakan yang mendukung perempuan, seperti regulasi yang memungkinkan keseimbangan antara karier dan kehidupan pribadi juga menjadi faktor penting. Hal ini memberikan kesempatan bagi perempuan untuk tetap berkarier tanpa harus menghadapi dilema yang terlalu besar.

Di sisi lain, keberadaan role model perempuan di bidang sains turut memberikan inspirasi. Melihat perempuan lain yang berhasil di bidang yang sama akan membuka perspektif baru tentang peluang yang dapat dicapai.

Ia juga menekankan bahwa perempuan saat ini memiliki peran aktif dalam membangun kesempatan. Tidak hanya menunggu ruang yang tersedia, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan ruang tersebut melalui kompetensi dan dukungan satu sama lain.

Dalam menjalani perjalanan tersebut, terdapat nilai yang menjadi pegangan utama, yaitu komitmen terhadap integritas ilmiah dan semangat belajar yang berkelanjutan. Prinsip ini menjadi dasar dalam menghadapi berbagai tantangan sekaligus menjaga arah dalam pengembangan karier di tingkat global.

"Perempuan saat ini bisa membangun kesetaraan dengan terus menunjukkan kompetensi, saling mendukung, dan tidak ragu memanfaatkan kesempatan serta kebijakan yang ada," Paparnya 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading