Sukses

Lifestyle

Dari Jejak PayLater dan Skor Kredit, Begini Strategi Membangun Masa Depan Finansial yang Kokoh

ringkasan

  • PayLater kini semakin memengaruhi skor kredit karena data mulai dilaporkan ke biro kredit seperti FICO.
  • Pembayaran PayLater tepat waktu dapat membangun riwayat kredit positif, sementara keterlambatan dapat menurunkan skor secara signifikan.
  • Para ahli memperingatkan tentang risiko 'bencana kredit' dan akumulasi utang jika PayLater digunakan tanpa perencanaan matang.

Fimela.com, Jakarta - Di tengah maraknya transaksi digital dan kemudahan belanja daring, layanan 'Beli Sekarang, Bayar Nanti' atau PayLater telah menjadi pilihan populer, khususnya di kalangan generasi muda. Layanan ini memungkinkan pengguna untuk melakukan pembelian secara kredit dan membayarnya di kemudian hari. Namun, di balik kemudahan tersebut, tersimpan potensi dampak signifikan terhadap skor kredit dan masa depan finansial seseorang.

Kemudahan berbelanja secara daring semakin terasa berkat beragam metode pembayaran digital yang tersedia. PayLater, sebagai salah satu metode yang paling digemari, menawarkan fleksibilitas pembayaran yang menarik bagi banyak orang.

Memahami bagaimana jejak penggunaan PayLater dapat membentuk atau bahkan menghancurkan impian finansial Anda menjadi krusial di era digital ini. Pengelolaan yang bijak akan menjadi kunci untuk menjaga stabilitas keuangan di masa mendatang.

Memahami Skor Kredit dan Peran PayLater

Sebelum menyelami lebih jauh tentang PayLater, penting untuk memahami definisi dan signifikansi skor kredit. Skor kredit adalah sebuah angka tiga digit yang merefleksikan riwayat keuangan Anda. Angka ini berfungsi untuk memprediksi perilaku kredit di masa depan, termasuk kemungkinan Anda membayar pinjaman tepat waktu.

Lembaga pemberi pinjaman memanfaatkan skor ini sebagai dasar pengambilan keputusan, baik untuk menyetujui pengajuan pinjaman maupun menentukan syarat-syaratnya. Skor kredit yang tinggi merupakan kunci utama untuk mendapatkan persetujuan pinjaman penting, seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kredit kendaraan, atau pinjaman usaha, seringkali dengan penawaran bunga yang lebih rendah.

Dahulu, banyak penyedia PayLater tidak melaporkan aktivitas pembayaran penggunanya ke biro kredit utama. Akibatnya, penggunaan PayLater tidak secara langsung memengaruhi skor kredit. Namun, kondisi ini kini mulai mengalami perubahan signifikan.

FICO, perusahaan yang mengembangkan sebagian besar model skor kredit di Amerika Serikat, telah mengumumkan rencana untuk mulai memasukkan data pinjaman PayLater ke dalam model penilaian kredit terbarunya. Perubahan ini akan diimplementasikan pada musim gugur 2025 dengan diperkenalkannya FICO Score 10 BNPL dan FICO Score 10 T BNPL. Dengan demikian, kebiasaan Anda dalam menggunakan PayLater akan mulai memiliki dampak langsung pada skor kredit.

Dampak Ganda PayLater: Membangun atau Merusak Jejak Finansial

Jika digunakan dengan penuh tanggung jawab, PayLater dapat menjadi instrumen yang efektif untuk membangun atau meningkatkan skor kredit Anda. Manfaat ini sangat terasa terutama bagi individu yang memiliki riwayat kredit terbatas dan sedang berusaha membangun kredibilitas finansial mereka.

Melakukan pembayaran PayLater tepat waktu adalah indikator kuat dari tanggung jawab finansial. Kebiasaan ini akan membangun riwayat pembayaran positif, yang merupakan salah satu faktor paling krusial dalam upaya meningkatkan skor kredit. Bagi mereka yang belum memenuhi syarat untuk kartu kredit tradisional, PayLater dapat berfungsi sebagai alternatif untuk menunjukkan perilaku peminjaman dan pembayaran yang bertanggung jawab.

Namun, penggunaan PayLater yang tidak bijak dapat membawa konsekuensi serius bagi kesehatan finansial Anda. Keterlambatan pembayaran, sekecil apapun, dapat tercatat dalam laporan kredit Anda, seperti Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) di Indonesia, dan secara signifikan menurunkan skor kredit. Hal ini bisa menyulitkan Anda saat mengajukan pinjaman besar di masa depan, termasuk KPR atau kredit kendaraan.

Selain penurunan skor kredit, keterlambatan pembayaran juga akan dikenakan denda dan bunga tambahan yang dapat membengkak seiring waktu. Kemudahan yang ditawarkan PayLater juga seringkali mendorong perilaku belanja impulsif dan konsumtif, di mana seseorang membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Sebuah penelitian dari Universitas Islam Malang bahkan menunjukkan bahwa 63,9% perilaku konsumtif mahasiswa dipengaruhi oleh gaya hidup dan fasilitas PayLater yang mudah diakses.

Penggunaan PayLater untuk berbagai pembelian tanpa perencanaan yang matang dapat menyebabkan akumulasi utang yang menumpuk. Kondisi ini tidak hanya berdampak buruk pada skor kredit, tetapi juga pada kesejahteraan finansial secara keseluruhan. Sebelumnya, PayLater menciptakan 'blind spot' bagi pemberi pinjaman kartu kredit, yang berarti mereka tidak dapat melihat keberadaan utang PayLater saat memutuskan jumlah kredit yang akan ditawarkan. Situasi ini berpotensi menyebabkan pemberi pinjaman menawarkan kredit lebih banyak daripada yang sebenarnya mampu dibayar seseorang.

Sorotan Ahli dan Statistik Tren Penggunaan PayLater

Para ahli keuangan telah menyuarakan keprihatinan mendalam terkait penggunaan PayLater yang tidak terkontrol. Micah Smith, seorang ahli restorasi kredit, memperingatkan tentang potensi 'bencana kredit' jika pengguna PayLater tidak berhati-hati. "Kekhawatiran saya adalah bahwa kecerobohan, kurangnya edukasi benar-benar akan menyebabkan banyak kerugian yang tidak perlu bagi orang-orang," kata Micah Smith.

John Zjac dari Better Business Bureau menegaskan pentingnya memahami bahwa PayLater pada dasarnya adalah bentuk pinjaman. "Orang-orang perlu memahami bahwa mereka meminjam uang di masa depan yang harus mereka bayar kembali," ujar Zjac. Senada dengan itu, Adam Rust, direktur layanan keuangan di Consumer Federation of America, menyoroti bahwa tanpa pelaporan PayLater ke biro kredit, pemberi pinjaman mungkin menawarkan lebih banyak kredit daripada yang mampu dibayar seseorang.

Julie May, Wakil Presiden B2B Scores di FICO, menyatakan bahwa pinjaman PayLater kini memainkan peran yang semakin krusial dalam kehidupan finansial konsumen. Oleh karena itu, model FICO yang baru akan memberikan visibilitas yang lebih besar terhadap perilaku pembayaran konsumen.

Data terbaru juga menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Survei LendingTree pada tahun 2025 melaporkan bahwa 41% pengguna PayLater melakukan setidaknya satu keterlambatan pembayaran dalam setahun terakhir, sebuah peningkatan signifikan dari 34% pada tahun sebelumnya. Selain itu, data Empower Personal DashboardTM menunjukkan peningkatan pengeluaran PayLater bulanan hampir 21% dari Juni 2024 hingga Juni 2025.

Di Indonesia, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total pembiayaan PayLater mencapai Rp 29,59 triliun pada April 2020. Mayoritas pengguna layanan ini adalah generasi Milenial dan Gen Z. Ironisnya, tingkat kredit macet PayLater juga mengalami peningkatan, dari 3,48% menjadi 3,78%, menunjukkan adanya tantangan dalam pengelolaan utang di kalangan pengguna.

Kiat Cerdas Menggunakan PayLater untuk Keuangan Stabil

Agar PayLater dapat menjadi aset yang mendukung, bukan justru merusak masa depan finansial Anda, ada beberapa kiat cerdas yang bisa diterapkan. Dengan pengelolaan yang disiplin, Anda dapat memanfaatkan kemudahan PayLater tanpa terjerat dalam masalah utang.

  • Bayar Tepat Waktu

    Ini adalah prinsip utama dalam penggunaan PayLater. Selalu pastikan Anda membayar tagihan PayLater sebelum tanggal jatuh tempo. Langkah ini krusial untuk menghindari denda, bunga tambahan, dan dampak negatif pada skor kredit Anda. Jika diperlukan, aktifkan pengingat atau fitur autodebet.

  • Gunakan untuk Kebutuhan, Bukan Keinginan

    Prioritaskan penggunaan PayLater untuk kebutuhan yang mendesak atau penting, bukan untuk belanja impulsif atau barang konsumtif yang sebenarnya bisa ditunda. Hindari menggunakannya untuk membeli fesyen, gadget terbaru, atau liburan jika kondisi keuangan Anda belum memungkinkan.

  • Pahami Kemampuan Finansial

    Hitung dengan cermat kemampuan Anda untuk melunasi cicilan. Idealnya, total cicilan PayLater Anda tidak melebihi 30% hingga 40% dari penghasilan bulanan. Jangan sampai cicilan PayLater membebani keuangan Anda.

  • Batasi Nilai Pinjaman

    Jangan tergoda untuk menggunakan limit PayLater secara maksimal. Batasi nilai pinjaman sesuai dengan kebutuhan riil dan kemampuan bayar Anda. Penggunaan yang berlebihan dapat memicu masalah utang.

  • Buat Anggaran Belanja

    Integrasikan pembayaran PayLater ke dalam anggaran bulanan Anda. Catat semua transaksi dan pantau total utang yang harus dibayar secara berkala. Ini membantu Anda memiliki gambaran jelas tentang kondisi keuangan.

  • Pahami Syarat dan Ketentuan

    Selalu luangkan waktu untuk membaca dengan teliti 'fine print' atau syarat dan ketentuan layanan PayLater. Pahami dengan jelas mengenai bunga, biaya layanan, dan denda keterlambatan yang mungkin berlaku.

  • Tingkatkan Literasi Keuangan

    Edukasi diri Anda secara berkelanjutan tentang pengelolaan keuangan pribadi dan risiko-risiko yang terkait dengan utang. Semakin tinggi kesadaran finansial Anda, semakin kecil kemungkinan Anda terjerat dalam utang berlebihan.

PayLater merupakan inovasi finansial yang menawarkan kemudahan, namun di sisi lain juga menuntut tanggung jawab besar dari penggunanya. Dengan adanya perubahan dalam model penilaian kredit yang akan datang, jejak penggunaan PayLater Anda akan semakin berpengaruh terhadap masa depan finansial. Oleh karena itu, jadilah konsumen yang cerdas, bijak dalam mengelola utang, dan prioritaskan kesehatan skor kredit Anda. Langkah ini akan membuka pintu menuju peluang finansial yang lebih baik di masa depan.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading