Sukses

Lifestyle

Pilates dan Core Strength, Kunci untuk Tubuh yang Lebih Kuat dan Fleksibel

Fimela.com, Jakarta - Olahraga pilates diandalkan banyak orang untuk melatih fleksibilitas tubuh. Sekilas, gerakan Pilates terlihat tenang dan tidak terlalu menguras tenaga dibandingkan dengan olahraga berintensitas tinggi. Padahal, setiap gerakan membutuhkan kontrol tubuh yang cukup besar. Salah satu bagian yang banyak bekerja adalah core, yaitu kelompok otot di sekitar bagian tengah tubuh yang membantu menopang dan menstabilkan tubuh.

Dilansir dari Cleveland Clinic, Pilates secara khusus berfokus pada pembangunan core strength, selain membantu meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan otot. Area core sendiri tidak hanya mencakup perut, tetapi juga bagian samping tubuh, punggung bawah, pinggul, dan bokong.

Karena itu, core strength dalam Pilates bukan sekadar tentang mendapatkan bentuk perut yang terlihat lebih kencang. Yang lebih penting adalah kemampuan tubuh untuk menjaga posisi dan mengontrol gerakan ketika berpindah dari satu posisi ke posisi lainnya. Bayangkan ketika sedang melakukan gerakan leg lift atau mengangkat satu kaki. Tubuh perlu tetap stabil agar gerakan tidak membuat bagian tubuh lain ikut bergerak secara berlebihan. Di sinilah otot inti ikut bekerja.

Core yang kuat juga dapat membantu tubuh mempertahankan postur dengan lebih baik. Ketika bagian tengah tubuh memiliki stabilitas yang cukup, gerakan sehari-hari seperti duduk, berdiri, membungkuk, atau berjalan dapat dilakukan dengan kontrol yang lebih baik. Menariknya, Pilates juga tidak hanya mengejar kekuatan. Gerakannya sering dipadukan dengan peregangan dan rentang gerak sehingga tubuh dilatih untuk tetap kuat sekaligus tidak kaku. Inilah yang membuat Pilates menarik bagi orang yang ingin membangun tubuh yang lebih stabil tanpa mengabaikan fleksibilitas. Gerakannya mungkin perlahan, tetapi tubuh tetap ditantang untuk bekerja dengan tepat.

Core Strength Bukan Cuma Soal Perut, Ini Manfaatnya untuk Gerakan Tubuh

Ketika mendengar istilah core strength, banyak orang mungkin langsung membayangkan otot perut yang terlihat kencang. Padahal, otot core punya fungsi yang jauh lebih luas. Kelompok otot ini berperan sebagai pusat stabilitas tubuh sehingga membantu bagian atas dan bawah tubuh bekerja secara terkoordinasi. Dalam Pilates, latihan core dilakukan melalui berbagai gerakan yang membutuhkan konsentrasi dan kontrol. Tubuh tidak hanya diminta bergerak, tetapi juga mempertahankan posisi tertentu sambil mengatur pernapasan.

Hal ini membuat Pilates terasa berbeda dari latihan yang hanya mengejar jumlah repetisi. Gerakan yang dilakukan perlahan tetap dapat terasa menantang ketika tubuh harus mempertahankan keseimbangan dan posisi dengan tepat. Core yang kuat juga berhubungan dengan postur. Ketika tubuh memiliki stabilitas yang baik, seseorang dapat lebih mudah mempertahankan posisi tubuh saat duduk maupun berdiri. Kebiasaan membungkuk atau duduk terlalu lama memang tidak bisa otomatis diperbaiki hanya dengan Pilates, tetapi latihan penguatan dan kesadaran terhadap posisi tubuh dapat menjadi bagian dari kebiasaan yang lebih baik.

Selain itu, fleksibilitas juga menjadi bagian penting dalam Pilates. Gerakan yang melibatkan peregangan dan rentang gerak dapat membantu tubuh bergerak dengan lebih leluasa. Fleksibilitas sendiri berkaitan dengan kemampuan sendi dan otot untuk bergerak dalam berbagai arah. Karena itu, kombinasi antara kekuatan dan fleksibilitas membuat tubuh tidak hanya terasa lebih kuat, tetapi juga lebih siap melakukan berbagai aktivitas.

Misalnya ketika mengambil barang dari lantai, memutar tubuh untuk mengambil sesuatu di belakang, atau sekadar bangun dari kursi. Aktivitas sederhana tersebut membutuhkan kerja sama berbagai bagian tubuh, termasuk core. Jadi, latihan core bukan hanya untuk mereka yang ingin mengejar tampilan perut tertentu. Membangun core juga berarti melatih tubuh agar lebih stabil dan terkontrol saat bergerak.

Cara Pilates Melatih Core agar Tubuh Tetap Kuat dan Fleksibel

Salah satu hal menarik dari Pilates adalah gerakan tidak harus dilakukan dengan cepat untuk terasa menantang. Justru, memperlambat gerakan dan memperhatikan posisi tubuh dapat membuat otot bekerja lebih terkontrol. Saat melakukan latihan, penting untuk memperhatikan pernapasan dan posisi tubuh. Jangan hanya mengejar gerakan yang terlihat sempurna. Kemampuan setiap orang berbeda sehingga latihan sebaiknya disesuaikan dengan tingkat kebugaran masing-masing.

Untuk pemula, gerakan dasar seperti bridge, dead bug, atau variasi latihan core sederhana dapat menjadi bagian dari latihan. Yang terpenting adalah memahami cara melakukan gerakan dengan benar sebelum mencoba variasi yang lebih kompleks. Pilates juga dapat dilakukan menggunakan matras maupun alat seperti reformer. Keduanya tetap mengutamakan kontrol gerakan, tetapi memberikan pengalaman latihan yang berbeda. Reformer dapat memberikan tambahan resistensi melalui sistem pegas, sementara mat Pilates lebih banyak menggunakan berat tubuh sebagai bagian dari latihan.

Tidak perlu terburu-buru mengejar gerakan yang sulit hanya karena terlihat menarik di media sosial. Jika tubuh belum terbiasa, gerakan sederhana yang dilakukan dengan teknik tepat justru dapat menjadi pilihan yang lebih baik.

Konsistensi juga tidak kalah penting. Core strength tidak terbentuk hanya setelah satu kali mengikuti kelas Pilates. Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan latihan dan membangun kekuatan. Pada akhirnya, tujuan Pilates bukan sekadar membuat seseorang mampu melakukan gerakan tertentu. Latihan ini dapat menjadi cara untuk mengenal tubuh, melatih kontrol, sekaligus menjaga keseimbangan antara kekuatan dan fleksibilitas.

Jadi, kalau selama ini mengira Pilates hanya olahraga dengan gerakan pelan, mungkin sudah waktunya melihatnya dari sisi lain. Di balik setiap gerakan yang terlihat sederhana, ada core yang bekerja untuk membantu tubuh tetap stabil. Dengan latihan yang dilakukan secara bertahap dan sesuai kemampuan,  dapat menjadi salah satu pilihan untuk membangun tubuh yang lebih kuat, fleksibel, dan siap bergerak dalam aktivitas sehari-hari.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading