Sukses

News & Entertainment

Marcell Siahaan Ajak Belajar kepada Musisi Lawas

Fimela.com, Jakarta Marcell Siahaan menjadi bagian dari sebuah helatan yang dibesut oleh Ciri (Citra Kartini Indonesia). Solois botak ini didaulat untuk terlibat di konser bertajuk The Hits Song Maker yang akan menampilkan lagu-lagu 3 komposer legendaris, James F. Sundah, Oddie Agam, dan Dian Pramana Poetra.

Konser yang akan diadakan pada 17 September di JCC Senayan ini merupakan bagian dari event Indonesia Women Expo 2016 yang bakal dihelat sejak tanggal 15-18 September 2016. Selain Marcell, penampil lain adalah Tulus, B3, Alika, Maruli Tampubolon, dan Lingua.

Saat dijumpai di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (9/11/2015) malam, Marcell Siahaan menyayangkan cukup banyak sejarah yang ‘dibelokkan’ sehingga ia tak punya sosok pahlawan, melainkan Robert de Niro. (Deki Prayoga/Bintang.com)

"Ini beberapa kali nyanyiin lagu-lagunya om Dian Pramana Poetra, James F. Sundah, dan Oddie Agam. Pastinya takkan hilang rasa kagum saya ke mereka," kata Marcell Siahaan di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (26/8/2016).

Untuk kesekian kali, pelantun tembang Firasat ini mengaku bersyukur ketika bisa menjadi bagian dari panggung yang diisi oleh 3 komposer legendaris tanah air tersebut. "Syukur ketika bisa berbagi panggung dengan mereka," lanjutnya.

Tiga orang tersebut merupakan orang-orang yang telah memberikan inspirasi positif kepada Marcell. Semenjak kecil, ia selalu mendengarkan lagu-lagu karya mereka. "Lagu-lagu mereka temani saya tiap sekolah dulu. Kalau kaset bisa teriak, pasti teriak. Selalu diputer. Mama fans berat mereka," ujarnya.

Band berkualitas yang pernah meraih penghargaan bergengsi kelas dunia seperti The Brit Awards, Grammy Awards, Q Awards, dan MTV Video Music Awards ini menjadi inspirasi bagi penyanyi berumur 37 tahun, Marcell Siahaan. (Galih W. Satria/Bintang.com)

Sebagai generasi muda yang masih bisa menikmati karya mereka, Marcell berharap karya-karya terbaik 3 komposer tersebut tak hanya menjadi penghias di museum musik saja. Ia ingin agar karya mereka terus dilantunkan oleh generasi setelahnya.

Marcell pun menghimbau kepada diri dan temannya sesama musisi yang hidup di era sekarang agar bisa mencontoh para legendaris dalam musik. Bagaimana mereka menciptakan inovasi dan juga tentang komitmen mereka dalam bermusik.

"Karya mereka jangan sampai berakhir di museum musik aja, tapi bisa dinyanyikan terus. Generasi saya banyak yang hanya melakukan perputaran, bukan inovasi. Kita harus bisa belajar inovasi dari mereka. Juga untuk menganggap musik ibadah, itu aja," tukas Marcell Siahaan.

;
Loading