Sukses

Parenting

Ciri-ciri, Penyebab dan Cara Orangtua Menyikapi Anak Hiperaktif

Fimela.com, Jakarta Ketika memiliki buah hati di dalam keluarga kecilnya, pasangan suami istri atau orangtua tentu akan merasa sangat bahagia. Namun, tidak jarang rasa bahagia ini akan sedikit berkurang ketika orangtua mendapati buat hati atau anaknya cukup berbeda dengan anak-anak lain pada umumnya.

Perbedaan ini sendiri bisa karena anak menderita sindrom khusus seperti sindrom autisme, anak down syndrom atau anak hiperaktif. Kali ini kita akan membahas anak hiperaktif Sahabat Fimela.

Apa Itu Anak Hiperaktif?

Anak hiperaktif adalah kondisi di mana anak tidak bisa tenang, tidak bisa diam dan terus bergerak aktif. Tak hanya bergerak aktif, anak hiperaktif juga sering berkata kasar, teriak-teriak dan sulit dikendalikan. Anak hiperaktif juga seringkali mengabaikan nasehat dari orangtua atau orang dewasa di sekitarnya.

Melansir dari laman babycenter.com, kondisi hiperaktif tidak hanya dialami anak-anak. Orang dewasa juga bisa mengalami kondisi ini. Terlebih lagi, bagi orang dewasa yang memang mengalami hiperaktif sejak anak-anak sementara mereka tidak bisa mengendalikan atau mengatasi kondisi tersebut.

2 dari 2 halaman

Ciri-ciri Anak Hiperaktif

Umumnya anak yang mengalami kondisi hiperaktif akan berlaku agresif, terus bergerak secara berlebihan, implusif (tidak berpikir panjang sebelum bertindak), tidak fokus, berbicara tidak pada tempatnya, suka memukul teman sebaya, kakak, adik atau bahkan orangtuanya. Anak hiperaktif juga akan kesulitan mengingat informasi seperti nama orang, alamat, tanggal penting, nomor penting serta wajah orang yang dikenalnya.

Penyebab Anak Hiperaktif

Kondisi hiperaktif dipercaya sebagai gejala dari masalah lain pada diri anak. Masalah ini bisa berupa masalah fisik maupun psikis. Para ahli menyebutkan beberapa masalah pada diri anak yang sering memicu anak menjadi hiperaktif adalag ADHD (gangguan defisit atensi/hiperaktivitas), hipertiroidsme, gangguan psikologis dan gangguan otak atau saraf.

Bagaimana Orangtua Menyikapi Anak Hiperaktif?

Ketika mendapati buah hati atau anak yang hiperaktif, tugas orangtua harus lebih tenang dan sabar. Cari tahu lebih banyak mengenai kondisi ini dan berlaku selemah lembut mungkin ke buah hati. Hindari berkata kasar, berlaku kasar atau menunjukkan segala sesuatu hal yang bisa membuat anak semakin hiperaktif. Hindari memberikan makanan yang menjadikan kondisi hiperaktif anak semakin parah.

Bawa juga anak ke dokter atau psikiater yang bisa membantu menangani kondisi anak. Diagnosis dari dokter memiliki peran penting untuk kelangsungkan tumbuh kembang anak yang mengalami hiperaktif.

Artikel Selanjutnya
5 Makanan yang Sebaiknya Tidak Diberikan Pada Anak Hiperaktif
Artikel Selanjutnya
Dalam Seminggu, Berapa Kali Sebaiknya Anak Keramas?