Sukses

Parenting

Cinta Boleh Makin Besar, Berat Badan... Jangan! II

Vemale.com - Ayo Manfaatkan Kekuatan Berdua Ayo kembali lagi ke hidup sehat. Forberg menyarankan para pasangan untuk merencanakan menu seminggu sekaligus berbelanja bersama di hari Minggu. Dengan menu yang sudah dirancang sebelumnya, Anda berdua bisa punya cadangan makanan sehat. Jadi, ketika sudah lelah setelah seharian bekerja, saat di rumah dan saling bertanya, “Makan malam apa, nih?” pilihan yang ada hanyalah menu sehat. Siapkan makanan-makanan yang mudah dimasak tapi kalorinya terjaga, hingga Anda tak terjebak memesan makanan yang merusak tubuh. Selalu perhatikan seberapa sering Anda makan. “Manfaatkan waktu berdua untuk aktifitas yang membutuhkan gerak, dan bukan yang berhubungan dengan makanan,” saran Jennifer Cohen, pelatih kebugaran untuk acara televisi Shedding for the Wedding. Cobalah melakukan bersama-sama hal yang selama ini tak terpikirkan, misalnya berlatih golf di minggu ini, lalu minggu depan masuk kelas dansa. “Saling dekatkan diri dengan menemukan petualangan baru lewat latihan-latihan yang selama ini tak terpikirkan,” kata Cohen. “Aktivitas yang membutuhkan gerak tubuh akan memperdalam ketertarikan satu sama lain. Bagaimana pun, jika tubuh bugar, artinya gairah seksual terjaga, rasa percaya diri meningkat, dan energi pun berlipat ganda.” Jangan merasa bersalah jika Anda bertahan pada gaya hidup sehat. “Tak ada yang salah ketika Anda tetap berolahraga dan mengatur pola makan, meskipun si dia tak melakukannya,” ujar Gannon. “Hubungan Anda tentu akan lebih sukses jika Anda bahagia, kan?” Cobalah memasukkan olahraga dalam jadwal harian Anda, persis seperti menyusun agenda rapat yang harus ditepati. Mulailah di Jumat sore atau Sabtu pagi, supaya lebih mudah. “Biasanya, seseorang sulit menjadi disiplin di akhir minggu,” kata Forberg. “Namun, jika Anda berolahraga di hari kerja, Anda tentu akan merasa sayang ‘merusak’ tubuh Anda dengan mengudap camilan yang disimpan suami. Tentu Anda tak mau kerja keras Anda sia-sia, kan?” Mulai sekarang, fokus pada kemajuan diri Anda, dan jangan terpengaruh kebiasaan buruk pasangan. Andai tubuhnya membesar dan pipinya makin tembam, bukan berarti Anda seketika harus jadi pelatih pribadinya. “Cara terbaik membujuknya ikut hidup sehat adalah dengan memberi contoh,” Cohen menganjurkan. Kekasih Anda tentu lama kelamaan terbujuk ikut olahraga, saat ia melihat efek positif hal itu pada vitalitas Anda yang tinggi, suasana hati selalu riang, dan bentuk tubuh aduhai yang Anda miliki. Jika Anda tak bisa mengajaknya hidup sehat, paling tidak ajaklah ia menjadi pengingat pribadi. Karena saya tak bisa hidup tanpa permen dan alergi pada kacang-kacangan, saya minta suami membeli camilan yang mengandung kacang, supaya saya tak bisa memakannya. Forberg pun melakukan hal senada. Ia meminta sang suami tak membawa pulang es krim, “Karena ia tahu saya akan menghabiskannya seketika. Akhirnya, kami tak punya cadangan es krim sama sekali di rumah.” Dengan menjadikan olahraga dan pola makan sehat sebagai prioritas, selain tubuh akan lebih sehat, pernikahan Anda pun jadi lebih sehat. “Salah satu alasan menikah adalah karena Anda tertarik satu sama lain. Jadi jangan biarkan ketertarikan itu berlalu. Saat butuh motivasi, ingat kembali masa-masa awal berjumpa dulu, saat Anda berdua penuh vitalitas dan punya ukuran tubuh ideal,” kata Fischer. Anda pernah berjanji sehidup semati, in sickness and in health. Kini perbarui janji itu, in fitness and in health. Renew Your Vow! Rahasia peserta The Biggest Loser Saat Olivia Ward, 35 tahun, berlatih keras untuk memenangkan kontes The Biggest Loser putaran terakhir, sang suami, Ben, juga berolahraga tiap malam. Di rumah mereka di Astoria, New York, Ben akan jalan kaki dan berlari, agar bobotnya bisa turun sekitar 50 kilogram. Itulah kehidupan pernikahan mereka: menggemuk bersama dan kini pun melangsing berdua. “Tapi tetap saja kita selalu jatuh terguling berdua,” kata Olivia yang berhasil memangkas bobot tubuhnya sekitar 60 kilogram sejak ikut kontes. Olivia bisa melihat sebab kegagalan penurunan berat badan yang sebelumnya ia lakukan. “Saya tak pernah melakukannya demi diri saya sendiri,” katanya. “Jadi begini, penting bagi saya punya pasangan. Tapi, tak selamanya segala sesuatu dilakukan untuk pasangan. Saya selalu berpikir ‘Ben dan Olivia ingin langsing’, padahal seharusnya saya katakan pada diri sendiri, ‘Olivia ingin langsing’. Terdengar egois, tapi itulah yang harus dilakukan agar Anda terpacu melakukan sesuatu yang hasilnya bisa tahan lama.” Olivia ikut kontes The Biggest Loser bersama saudaranya, Hannah Curlee, dan tidak mengajak ben (karena menurut produser, Ben kurang gemuk. Ironis ya). Namun terbukti Olivia jadi punya kesempatan fokus pada proses penurunan badannya sendiri. Hal yang sama juga terjadi pada Ben yang merahasiakan proyek ini, dan mengejutkan Olivia ketika mereka bertemu di tengah program. “Saya tak ingin Olivia pulang ke rumah, ke suaminya yang gemuk,” tutur Ben. Selama 13 tahun pernikahan mereka, yang dilengkapi makanan-makanan lezat olahan Olivia sendiri khusus untuk Ben, adalah alasan utama Olivia ikut kontes. “Ada kenyamanan mengetahui bahwa saya punya seseorang yang mencintai saya apa adanya, seberapa besar pun tubuh saya. Sungguh menyenangkan, memang. Tapi tanpa kesehatan prima dan gaya hidup teratur, kesenangan dan kenyamanan itu akan menyulap Anda jadi gembrot,” tegas Olivia. Kesuksesan mereka menurunkan bobot tubuh membawa pengaruh besar pada pernikahan. “Segala sesuatu jadi seperti baru,” kata Olivia. Dan hal ini tentu termasuk urusan ranjang. “Sungguh menyenangkan bisa jadi lebih spontan dalam hubungan seksual. Saya tak perlu lagi memikirkan harus menyembunyikan lemak perut! Saya jadi lebih percaya diri karena merasa punya kelebihan untuk menyenangkan suami.” Olivia punya pengalaman divonis menderita sindrom polycystic ovary, perlengketan pada indung telur yang memengaruhi siklus menstruasi. Ini juga jadi alasan ikut kontes, karena dokter menyarankannya menurunkan berat badan jika ingin punya anak. Kini, ia siap menyambut hidup baru dengan Ben, membentuk keluarga utuh seperti yang ia impikan. Tapi ia berencana mengawalinya dengan perjalanan bersepeda ke Italia, sambil menikmati percikan api cinta mereka yang baru. “Tak semua orang bisa mendapatkan kesempatan memperbarui kembali pernikahan mereka,” kata Olivia sambil tersenyum bangga. [initial] Source: Fitness Magazine, Edisi Februari 2012, Halaman 73 (Fitness/miw)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading