Sukses

Parenting

Tips Mengajarkan Tanggung Jawab Pada Si Kecil

Sejak dini, anak perlu diajari tentang pentingnya sikap bertanggung jawab untuk setiap perbuatan dan pilihan yang mereka buat. Dan, sistem pengajaran terbaik tentunya datang dari pengalaman yang mereka alami sendiri. Sebab hal ini berbicara lebih kuat daripada kata-kata atau segudang nasihat Anda.

Memang benar bahwa sebagai orang tua, kita tidak ingin anak mengalami kerugian atau kesakitan, namun terkadang hal itu perlu mereka alami supaya mereka tahu bahwa itulah kehidupan yang sesungguhnya, yang tidak hanya berisi hal-hal menyenangkan belaka. Sebab tanggung jawab tidak lahir sendirinya dalam diri anak-anak. Mereka perlu diajari untuk itu. 

Tanggung jawab apa sajakah yang perlu diajarkan pada mereka? Berikut beberapa di antaranya.

Menjadi Mandiri

Seiring bertambahnya usia, anak perlu diajari untuk bisa merawat dirinya sendiri secara jasmani dan mengambil tanggung jawab untuk perannya dalam hidup ini. Misalnya, mengganti baju sendiri, merapikan kamar sendiri, makan sendiri, dan lain-lain.

Memiliki Barang

Contoh gampang untuk hal ini misalnya adalah saat mainan puteri Anda tertinggal di salah satu rak supermarket. Padahal sebelumnya, Anda sudah mengingatkan puteri Anda untuk tidak membawanya turun dari mobil. Begitu Anda kembali ke sana, mainan itu sudah hilang. Meski mungkin puteri Anda (dan Anda sendiri pastinya) mengalami kerugian akibat kelalaiannya, namun jadikan momen serupa sebagai bahan pembelajaran agar kelak mereka menjaga barangnya dengan lebih hati-hati.

Membujuk anak untuk berhenti meratap dengan menawarkan mainan pengganti hanya akan membuat anak memandang remeh proses kehilangan itu. Biarkan anak Anda merasakan kepedihan akibat hilangnya mainan favorit, agar kelak ia bisa menjaga barang-barang miliknya dengan lebih baik lagi.

Memilih Keputusan

Selalu ada akibat dari sebuah sebab. Jika pilihan yang dibuat anak Anda salah, maka Anda wajib untuk menasehatinya. Namun, bila ia bersikeras pada keputusannya itu, maka Anda harus menghargainya. Biarkan dia belajar dari pilihan-pilihan yang dibuatnya, sekalipun itu salah (asal hal itu tidak sampai membahayakan hidup atau nyawanya tentunya).

Dengan demikian saat ia mendapati bahwa ia salah, maka kelak ia akan belajar untuk lebih berhati-hati lagi dalam memilih. Tujuan di sini adalah mengajari anak bahwa setiap pilihan mengandung konsekuensinya sendiri dan ia harus benar-benar menggunakan otak sebelum mengambil sebuah keputusan.

Dengan melatih anak untuk memikul tanggung jawabnya, maka ia akan lebih percaya diri. Banyak hal yang mungkin sebelumnya ia pikir tidak mampu dikerjakan, ternyata mampu ia selesaikan.

Selain itu, anak perlu tahu bahwa ada harga yang harus dibayar jika ingin mendapatkan sesuatu. Jadi, ajari anak sejak dini, demi kebaikan mereka dan Anda sendiri.

 

(vem/sir)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading