Sukses

Parenting

Tips Agar Anak Mau Memakan Bekal Sekolahnya

Ketika anak mulai sekolah, tentu orangtua akan disibukan menyiapakan keperluannya. Mulai membangunkan anak, menyiapkan seragam, sarapan, hingga membuat bekal yang bisa disantap anak di sela-sela jam istirahat.

Lalu mengapa kita harus menyiapakan bekal anak?
dr Dian Permatasari, MGizi, SpGK Spesialis Gizi Klinik, mengatakan, ada banyak manfaat yang didapat ketika ibu membawakan anak bekal. Pertama, dapat mempermudah anak dalam mengontrol asupan makanannya.

"Kalau kita kasih uang jajan takutnya anak akan beli macam-macam sehingga tidak terkontrol asupan apa saja yang dikonsumsinya seharian," ujar dr Dian saat ditemui dalam acara Minute Maid di Jakarta, Kamis (19/7).

Membawakan bekal juga dapat membantu orangtua mengontrol kebutuhan zat gizi anak di masa pertumbuhannya. Moms dapat membawakan bekal yang dilengkapi asupan gizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral.

"Piring makan paling baik itu setengahnya terdiri dari sayur. Nah setengahnya lagi dibagi dua, seperempatnya karbohidrat dan seperempatnya protein. Nah di bekal juga kita harus terapkan itu," tambahnya.

Selain itu, dengan membawa bekal juga bisa dapat menjamin anak mendapatkan makanan yang sehat dan hiegenis. Anak terhindar dari perilaku jajan sembarangan yang dapat membahayakan kesehatannya.

"Nah yang paling penting buat para ibu itu bisa irit. Karena dengan membawakan bekal bisa mengurangi uang jajan anak sehari-hari," tambah dia.

Nah agar bekal yang dibawa anak menarik bagi anak dan terjamin sehat, maka orangtua, harus melakukan beberapa hal yang disarankan dr. Dian. Apa saja? Simak ulasannya.

1. Kerjasama anggota keluarga

dr. Dian mengatakan,membuat bekal perlu kerjasama satu keluarg. Misalkan ibu bisa berdiskusi dengan anak tentang makan apa yang ingin dimakan. Ibu bisa mengajak anak membuat sarapan tersebut dari malam hari untuk bekalnya.

"Jadi bisa makanan seperti froen food sama anak malamnya. Jadi anak akan tanggung jawab sama apa yang dipilih, anak pun akan merasa puasa karena membuat bekal tersebut," paparnya.

Perlu kerjasama satu keluarga, didiskusikan dulu ama anak mau makan apa, ajakananak diskusi, jadi anak tanggung jawab sama apa yang dipilih. Ada rasa kepuasaan.

2. Variasi menu

Menurut dr. Dian, variasi menu menjadi faktor penting agar anak menaril untuk memakannya. Namun, ibu juga harus melengkapi kebutuhan gizi dalam bekal tersebut.

3. Sesuaikan jadwal anak

Jenis makanan yang dibawa sebagai bekal juga harus disesuaikan dengan jadwal makan anak.

"Kalau jam sekolah anak cenderung singkat pilih menu yang simpel dan tidak terlalu besar kalorinya. Namun kalau waktu sekolah anak panjang, bisa bawakan bekal makanan utama yang sesuai dengan kebutuhan kalori anak. Dan yang terpenting menu harus praktis dan mudah disiapkan," tutupnya.

(vem/asp)
;
Loading