Sukses

Parenting

Apa yang Perlu Dilakukan Orangtua Saat Nilai Anak Turun di Sekolah?

Fimela.com, Jakarta Saat nilai anak turun di sekolah, kita memang jangan sampai langsung mengomeli atau memarahinya. Meski kadang kita sulit menahan diri untuk tidak langsung "menginterogasinya" tapi tetaplah penting untuk bisa tenang dengan situasi ini. Sebagai orangtua, kita juga perlu memahami bahwa nilai atau rangking tak bisa kita jadikan satu-satunya hal untuk melabeli anak. Jangan sampai karena hanya terfokus pada nilai, kita mengabaikan aspek lain yang tak kalah penting.

Ada baiknya kita mencari tahu apakah anak sudah benar-benar memahami konsep dan pelajaran yang diujikan di sekolah. Dikutip dari youngparents.com.sg, Dr Mary Anne Heng, profesor madya di National Institute of Education (NIE) memaparkan bahwa tes dan ujian adalah bentuk penilaian sumatif dan tak memberi gambaran utuh soal cara anak berpikir maupun alasan bagaimana anak bisa gagal dalam tes dan ujian tersebut.

Sehingga penting bagi kita untuk mencari tahu apakah anak bisa memahami konsep atau pelajaran yang dipelajari di sekolah. Karena bisa jadi anak punya masalah atau kesulitan dalam memahami pelajaran di sekolahnya. Dr Heng pun menjelaskan bahwa jawaban salah anak itu biasanya lebih disebabkan oleh kecerobohan dan tak selalu karena tidak tahu jawabannya.

Cari Tahu Apakah Anak Sudah Memahami Pelajaran dengan Baik

Bila anak ternyata kesulitan memahami konsep atau pelajaran di sekolahnya, kita perlu segera mendampinginya dan membimbingnya untuk memahami konsep yang kurang dikuasainya. Tapi jangan sampai membuatnya tertekan. Coba pahami dari perspektifnya, soal apa yang sudah dipelajari di sekolah, bagian mana saja yang masih sulit dipahami, dan apa saja yang perlu lebih dipelajari lebih dalam.

Cari Tahu Perasaan Anak tentang Hari-harinya di Sekolah

Selain menanyakan soal pelajaran, kita juga perlu menanyakan soal perasaan anak di sekolah. Adakah hal-hal di sekolah yang membuatnya senang? Atau ada hal-hal di sekolah yang membuatnya tidak senang? Biasanya dengan menanyakan soal perasaannya ini, anak akan lebih mudah berbicara dan terbuka sehingga jadi lebih gampang diajak berkomunikasi.

Mungkin ada pelajaran tertentu yang dibenci anak. Ada pelajaran lain yang disukai anak. Seorang anak bisa jadi jago di bidang tertentu tapi masih perlu meningkatkan kemampuan serta kompetensinya di bidang lain. Di sini kita memang perlu mengenal karakteristik anak agar tidak membuatnya malah terpojok dan depresi.

Kita juga bisa mungkin mengagendakan kegiatan yang menyenangkan dan bisa membuat anak lebih rileks. Nilai jelek atau nilai yang turun di sekolah memang perlu dievaluasi. Tapi tak perlu menjadikannya sumber tekanan dan makin membuat anak stres. Selalu ada cara untuk memperbaikinya dan kita juga bisa mendorong anak untuk bisa selalu melakukan yang terbaik tanpa harus dibebani berlebihan.

 

Loading
Artikel Selanjutnya
5 Kalimat yang Perlu Lebih Sering Diucapkan pada Anak
Artikel Selanjutnya
5 Cara Memberi Pujian yang Tepat pada Anak