Sukses

Parenting

Menangani Anak yang Mengalami Diare, Simak Tips Penting Ini!

Fimela.com, Jakarta Selain sakit batuk dan pilek, diare adalah salah satu kasus yang paling sering dialami anak-anak. Sakit diare pun tak bisa disepelekan begitu saja. Bila anak mengalami dehidrasi berat akibat diare, risikonya adalah kematian. Sehingga penting sekali bagi orangtua untuk mengambil langkah yang tepat bila anak mengalami diare.

Kita perlu mengenai gejala diare dengan dehidrasi terlebih dahulu untuk memberi penanganan yang tepat pada anak. Dr. Kurniawan Taufiq Kadafi, M.Biomed, Sp.A(K) dalam buku Mengatasi Gawat Darurat pada Anak menjelaskan bahwa ada tiga pembagiannya, yaitu diare tanpa dehidrasi, diare dengan dehidrasi ringan sedang, dan diare dengan dehidrasi berat. Untuk menangani diare, kita perlu mengetahui gejala dehidrasinya. Selengkapnya, langsung simak di sini saja.

1. Diare Tanpa Dehidrasi

Kondisi ini ditandai dengan keadaan anak yang secara umum masih baik, masih sadar, ubun-ubun tidak cekung, mukosa mulut dan bibir basah, kaki dan tangan masih teraba hangat. Kita bisa memberikan 5-10 ml/kg berat badan setiap kali anak diare. Bisa juga dengan memberikan 50-100 ml oralit pada anak yang berusia di bawah 1 tahun, 100-200 ml oralit pada anak berusia 1-5 tahun, dan sesuai kebutuhan pada anak di atas usia 5 tahun.

Jika ada indikasi infeksi, kita bisa memberikan antiobiotik tapi harus dengan resep dokter. Anak masih bisa tetap makan seperti biasa atau yang masih menyusui bisa diberi ASI seperti biasa. Pemberian zink juga disarankan.

 

 

2. Diare dengan Dehidrasi Ringan Sedang

Kondisi ini ditandai dengan keadaan anak yang rewel dan cengeng, ubun-ubun besar dan mulai cekung, mata sedikit cekung, air mata mulai berkurang, mulut mulai kering, dan jika kulit dicubuit akan kembali dengan lambat. Kita bisa memberikan oralit 75 ml/kg berat badan selama 3 jam untuk mengganti cairan yang hilang. Berikan oralit 5-10 ml/kg berat badan setiap kali anak diare. Jika anak muntah etiap kali diberikan obat, berikan cairan melalui infus. Biasanya anak perlu dipantau di puskesmas atau rumah sakit selama proses rehidrasi.

 

3. Diare dengan Dehidrasi Berat

Bila anak mengalami dehidrasi berat, maka solusinya adalah segera dibawa ke rumah sakit. Harus dilakukan rehidrasi di rumah sakit dan menjalani pemeriksaan untuk mengetahui penyebab diare. Diare dengan dehidrasi berat ditandai dengan keadaan anak yang secara umum lemah dan tidak sadar, ubun-ubun besar dan sangat cekung, mata sangat cekung, tidak mengeluarkan air mata saat menangis, mulut kering, jika kulit perut dicubit akan kembali dengan sangat lambat, dan tangan serta kaki yang dingin saat diraba.

Anak harus segera dibawa ke rumah sakit jika muntah terus-menerus, tidak mau makan minum, dan diare banyak dengan intensitas tinggi. Dengan penanganan yang tepat, kita bisa mencegah risiko berbahaya dari diare. Semoga info ini bermanfaat ya dan tidak membuat kita gampang panik ketika merawat anak yang sedang diare.

Simak Video di Bawah Ini

#GrowFearless with FIMELA

Loading
Artikel Selanjutnya
Diet Cuka Apel? Ketahui Risiko yang Mengancam Kesehatan