Sukses

Parenting

Bayi Sering Senyum dalam Tidurnya, Wajarkah Mom?

Fimela.com, Jakarta Selama ini ada mitos yang menyebutkan jika bayi yang tersenyum saat tidur itu artinya dia sedang diajak bercanda temannya dalam mimpi. Tidak sedikit yang berpendapat bahwa bayi senyum dalam tidurnya menandakan bahwa ia sedang diajak bermain makhluk halus. Lalu, benarkah mengenai pendapat atau mitos ini?

Melansir dari laman hellosehat.com, bayi yang tersenyum dalam tidurnya merupakan aktivitas yang wajar. Ada penjelasan ilmiah kenapa bayi yang tidur sering senyum bahkan tertawa lebar.

Senyum pada bayi saat mereka tidur adalah reflek alami yang dimiliki setiap bayi. Para ahli mengungkapkan jika beberapa minggu setelah persalinan, sanyum yang dimiliki bayi muncul bukan karena merespon sesuatu atau sedang merasa senang. Senyum ini muncul begitu saja sebagai reflek alaminya.

Kenapa Bayi Tersenyum Saat Tidur?

Bayi baru lahir yang senantiasa tersenyum saat tidurnya disebut dengan neonatal smiling. Ini merupakan momen spontan yang dimiliki bayi bukan karena apapun. Reflek spontan ini telah dimiliki bayi sejak ia di dalam kandungan. Ini berasal dari rangsangan dbagian subkortikal otak.

Umumnya, bayi yang tersenyum dalam tidurnya sedang mengalami tahapan tidur REM. Pada tahapan ini, bayi akan tertidur pulas dan kegiatan rangsangan di otak meningkat termasuk pada bagian subkortikal yang menyebabkan bayi tersenyum secara reflek.

Di awal-awal minggu kelahirannya, frekuensi senyum bayi jumlahnya cukup banyak. Namun, seiring dengan bertambahnya usianya, senyum bayi akan berkurang. Mom tak perlu khawatir ketika bayi sering tersenyum saat tidur. Yang harus diwaspadai justru ketika bayi tak pernah senyum dalam tidurnya.

Untuk mengetahui dengan lebih baik mengenai tumbuh kembang bayi, pastikan untuk memeriksakan kondisinya ke dokter atau bidan terkait. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

#GrowFearless with FIMELA

Loading
Artikel Selanjutnya
Agar Tidak Gumoh, Ini 4 Cara Menyendawakan Bayi yang Tepat
Artikel Selanjutnya
Madu Memang Menyehatkan, tapi Jangan Buru-Buru Diberikan pada Bayi