Sukses

Parenting

Berhenti Berteriak pada Anak dan Ini 5 Hal yang Lebih Baik untuk Dilakukan

Fimela.com, Jakarta Menurut penelitian, tidak hanya tindakan memukul anak saja yang bisa berdampak buruk, namun juga berteriak. American Academy of Pediatrics mengatakan bahwa berteriak dapat meningkatkan hormon stres pada anak dan menyebabkan perubahan dalam arsitektur yang sebenarnya dari otak kecil mereka.

Daripada berteriak, ada banyak hal yang bisa kamu lakukan secara lebih baik sebagai orangtua. Dilansir dari huffpost.com, berikut ini adalah beberapa hal yang lebih baik dilakukan sebagai orangtua daripada berteriak pada anak, penasaran?

1. Ketahui perbedaan antara berteriak untuk melindungi dan berteriak dalam kemarahan

Kemarahan itu sendiri adalah emosi yang dirancang untuk mengubah perilaku. Terkadang, orangtua berteriak untuk melindungi anak dan ini adalah jenis teriakan yang berbeda.

Meninggikan suara untuk memberi tahu anak ada bahaya. Tugasmu sebagai orangtua adalah menjaga keamanan anak dan terkadang berteriak akan membantu.

2. Ketika kamu merasakan dorongan untuk berteriak marah, tepuk dahimu

Apa ini terdengar seperti cara yang aneh? Kemarahan berasal dari sistem limbik yang merupakan emosional dari otak. Bagian otak yang lebih berpikir dan rasional adalah korteks prefrontal membantu pengambilan keputusan dan terletak tepat di belakang dahi.

Untuk menghindari teriakan karena amarah, coba letakkan tangan di dahi dan tarik napas dalam-dalam untuk menahan dorongan tersebut. Ini akan membantumu berpikir secara lebih rasional dan terukur melihat perilaku anak.

 

3. Mengeluarkan energi

Lakukan apapun yang bisa kamu lakukan untuk mengeluarkan energi diri sendiri ketika merasa akan berteriak kepada anak. Atau kamu tetap bisa berteriak, namun usahakan tidak mengatakan sesuatu yang jahat atau menyakitkan.

4. Menggunakan intonasi suara yang tepat

Berhenti berteriak pada anak dan katakan apa yang harus kamu katakan dengan intonasi suara yang tepat, agar anak tidak fokus pada kemarahanmu sebagai orangtua. Ketika kamu menemukan intonasi suara yang tepat, anak akan menerima apa yang coba kamu sampaikan dengan lebih mudah.

 

5. Mengulangi hal yang sama bukan berarti kamu gagal sebagai orangtua

Dalam banyak hal, peran orangtua akan tetap sama sampai anak berusia sekitar 20 tahunan. Mereka perlu mendengar hal yang sama secara berulang sampai mereka benar-benar bisa memahaminya. Selamat mencoba!

#ChangeMaker

Loading