Sukses

Parenting

Mengenal Perkembangan Bayi 3 Bulan, Mulai dari Motorik hingga Penglihatan

Fimela.com, Jakarta Salah satu tugas orangtua ialah memerhatikan perkembangan anak, dimulai dari 1000 hari kehidupan. Jika perkembangan anak melalui proses yang baik maka kesejahteraan kehidupan, ketahanaan menghadapai tantangan pun meningkat, dan membantu anak berkembangan secara sosial, bahkan akan terasa hingga si kecil dewasa nanti.

Perkembangan anak setiap bulan pun berbeda, dilansir dari berbagai sumber, seperti memasuki usia 3 bulan si kecil perkembangan indra peraba pada bayi semakin baik. Ini merupakan momen tepat untuk memperkenalkan berbagai tekstur kepada si Kecil. Hadirkan mainan dengan jenis material berbeda.

Motorik

Si kecil dapat menggenggam jarinya dengan erat yang berkaitan dengan motorik halus. Selain menggenggam erat jarinya, bayi cenderung menggerakkan kakinya misalnya dengan menendang dan menggerakkan tangannya.

Saat usai 3 bulan, si kecil dapat menangkap benda yang diletakkan di tengan mereka, meskipun mereka umumnya dapat menjangkau dan mengambil benda tersebut sendiri. Pada usia ini, cukup berikan satu mainan dan biarkan mereka mengembangkan genggaman mereka.

Dapat mengangkat kepala dan dadanya dengan sempurna

Melansir Nutriclub, ibu tidak lagi perlu menyangga kepala si Kecil. Dalam posisi tengkurap, ia bisa mengangkat kepala dan dadanya seperti push-up. Kemampuan ini penting untuk belajar berguling. Ia bisa membuka dan menutup tangannya, memegang mainan, menggerak-gerakkannya, memasukkan tangan ke mulut, dan menegakkan kakinya saat berdiri sambil dipegangi.

Perkembangan mata, tangannya

Koordinasi mata dan tangannya juga mulai berkembang. Si Kecil mulai mengikuti objek yang menarik dan senang menatap wajah orang. Ia sudah bisa mengenali Ibu sejak Ibu masuk ke kamarnya. 

Lebih memahami suar

Si Kecil semakin sering tersenyum pada Ibu. Nikmatilah saat-saat ia tersenyum dan menirukan ekspresi wajah Ibu, juga saat ia mulai mengoceh dan menirukan suara Ibu. Pada usia 2-3 bulan, si Kecil mulai dapat membuat suara-suara seperti "aah" atau "uuh" yang dikenal dengan istilah cooing. Si Kecil senang bereksperimen dengan berbagai bunyi yang dapat dihasilkannya, misalnya suara menyerupai berkumur. Si Kecil juga mulai bereaksi terhadap orang lain dengan mengeluarkan suara.

 

#Changemaker

;
Loading
Artikel Selanjutnya
Anak Susah Mandi? Ini 3 Tips Mudah Membujuk yang Anak Susah Mandi
Artikel Selanjutnya
Hari Anak Nasional 2020, Jokowi: Disiplin Jalani Protokol Kesehatan di Tengan Pandemi Corona