Sukses

Parenting

Tak Hanya Transportasi Sungai, Kenalkan Anak Pada Transportasi Laut Antar Pulau

Fimela.com, Jakarta Tahukah kamu alat transportasi sungai di daerah? Pertanyaan tersebut nyatanya memang perlu disampaikan kepada anak-anak. Lebih-lebih bagi mereka yang di daerah tempat tinggalnya jarang menjumpai transportasi sungai. Begitu juga dengan transportasi air lainnya, seperti kapal yang kerap dimanfaatkan untuk berlayar antar pulau.

Menariknya, pembahasan tentang transportasi sungai dan laut antar pulau ini hadir dalam episode ketiga program Kemendikbud Belajar dari Rumah melalui TVRI. Materi tersebut diberikan untuk siswa SD Kelas 4 dan sederajat, serta siswa SD Kelas 5 dan sederajat.

Transportasi Sungai di Daerah

Khusus untuk siswa SD Kelas 4 dan sederajat akan belajar tentang transportasi sungai di daerah dalam episode ketiga belajar dari rumah melalui TVRI. Kak Kafi dan Angel menjelaskan meski sudah jarang ditemukan, tetapi beberapa daerah di Indonesia, seperti di pulau Sumatera dan Kalimantan terpisahkan oleh perairan.

Masyarakat di sana memanfaatkan sungai sebagai sarana transportasi. Dengan menggunakan perahu atau kapal, mereka dapat berpindah tempat dari satu daerah ke daerah lainnya. Bahkan, ada juga pasar yang menjual makanan pokok tepat di atas sungai, bernama pasar apung. Salah satunya adalah kota Banjarmasin yang terkenal dengan pasar apungnya.

Jenis perahu pun tak hanya satu, tapi ada beberapa macam, seperti perahu rakit, perahu motor, serta perahu kayu yang biasa digunakan nelayan mencari ikan. Lantas, kenapa sih perahu sampai bisa mengapung? Jawabannya karena terdapat gaya angkat ke atas yang ditemukan oleh Archimedes. Kapal atau perahu juga punya rongga udara, jadi bisa mengapung.

Bukan itu saja, anak-anak juga diminta menuliskan tentang transportasi sungai di daerah tempat tinggal masing-masing. Selain itu, mereka juga belajar mengenal kata depan ‘di-‘ serta huruf kapital. Kata depan ‘di-‘ penulisannya dipisah, seperti ‘di laut’, ‘di bawah’, dan sebagainya. Huruf kapital dicontohkan dengan penulisan nama kapal, seperti Samudera Indonesia, Cheng Ho, serta awal kalimat.

Sementara untuk muatan numerasi, anak-anak diminta mengukur dan menggambar sudut pada layar perahu yang berbentuk segitiga. Berbeda dengan roda yang memiliki sudut 360 derajat, segitiga jumlahnya hanya 180 derajat. Untuk mengukur sudut segitiga bisa menggunakan busur derajat.

Lewat muatan di episode tiga ini, anak-anak juag diharapkan bisa memahami kebhinnekaan global, gotong royong, kreativitas, bernalar kritis, mandiri serta mengajak siswa untuk bekerjasama.

Transportasi Laut Antar Pulau

Masih tentang transportasi air, bedanya siswa SD Kelas 5 dan sederajat diajari tentang transportasi laut antar pulau. Kak Kinan memandu di segmen ini. Menurut Kak Kinan, transportasi laut antar pulau ini sangat penting bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, karena Indonesia adalah Negara Kepulauan.

Ia mengajak anak-anak di tingkatan kelas ini untuk membaca informasi tentang beragam transportasi laut. Termasuk di antaranya pemanfaatan Kapal Feri sebagai transportasi laut antar pulau yang paling mudah dan murah. Misalnya, Kapal Feri ini banyak digunakan untuk penyeberangan oleh masyarakat di Pulau Sumba ke Pulau Rote, maupun sebaliknya.

Menariknya Kapal Feri tak hanya mengangkut orang, tetapi juga kendaraan dan barang dagangan. Itulah kenapa Kapal Feri sangat bagi masyarakat yang tinggal di kepulauan. Bukan itu saja, Kak Kinan juga mengajak untuk menulis beragam kosa kata baru yang berkaitan dengan lingkungan laut dan alat transportasi, seperti selat, laut lepas, kepulauan dan feri.

Di episode ketiga ini juga, anak-anak kelas 5 SD dan sederajat belajar memahami lebih lanjut tentang kata depan dan penggunaan huruf kapital. Huruf kapital diterapkan di awal kalimat, nama orang dan geografi, serta huruf pertama nama bangsa, suku dan bahasa.

Serunya lagi, selain memahami intuisi bilangan, anak-anak juga diajak mengenal alat transportasi yang menyerupai balok di sekitar dan menemukan jari-jaring balok. Di akhir sesi, juga ada proyek kreatif yang bisa dikerjakan bersama keluarga. Harapan dari materi kali ini, anak-anak bisa memiliki akhlak mulai, mandiri, bernalar kritis, serta semangat mencoba.

Sungguh lengkap bukan materi belajar dari rumah melalui TVRI di episode kali ini? Jangan lewatkan keseruan episode selanjutnya dari program yang diadakan oleh Kemendikbud ini setiap hari Senin-Jumat jam 10.00 – 10.30 WIB untuk kelas 4 SD dan sederajat, serta jam 10.30 – 11.00 WIB untuk kelas 5 SD dan sederajat.

(*)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading