Sukses

Parenting

5 Makanan Kaya Nutrisi Bagi Ibu Menyusui agar Bayi Cerdas dan Sehat

Fimela.com, Jakarta Sebagai ibu menyusui, tak ada momen dalam sehari di mana tubuh tidak aktif memproduksi ASI untuk si kecil. Apalagi memberikan ASI secara eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Salah satunya, untuk mendorong pertumbuhan otak yang optimal agar bayi tumbuh cerdas. 

Selain itu, proses menyusui akan membantu membentuk hubungan yang erat antara bayi dan ibu. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa anak-anak yang diberikan ASI memiliki tingkat kecerdasan (Intelligence Quotient/IQ) yang lebih tinggi. 

Anak yang cerdas sebenarnya bisa dibentuk sedari fase konsumsi ASI, melalui makanan yang ibu konsumsi. Meski hingga saat ini belum diketahui adanya makanan khusus ibu menyusui yang bisa membuat bayi cerdas, tetapi nutrisi lengkap yang diperoleh ibu dan dikeluarkan melalui ASI akan memenuhi kebutuhan gizi bayi. 

“Makanan yang dikonsumsi ibu akan memengaruhi kualitas ASI. kalau ibu makan yang bergizi dan berlemak, pasti ASI-nya juga berkualitas baik,” ungkap dr. Devia Irine Putri, dikutip dari Klikdokter.com, Sabtu (2/10).

Maka dari itu, sudah semestinya ibu memberikan ASI berkualitas baik, terutama ketika anak masih bergantung penuh pada ASI. Kualitas ASI bergantung pada jenis makanan yang dikonsumsi sang Ibu. 

Melansir laman Parents, berikut 5 makanan kaya nutrisi agar bisa mendapatkan ASI yang berkualitas dan baik untuk kecerdasan si kecil. 

Alpukat

Ibu menyusui umumnya sering lapar karena meningkatnya kebutuhan kalori ketika menyusui, dan mereka hanya memiliki sedikit waktu untuk menyiapkan makanan. 

Alpukat mengandung hampir 80 persen lemak dan membantu menjaga rasa kenyang. Selain itu, alpukat juga memberikan tubuhmu lemak tak jenuh yang menyehatkan jantung. 

Alpukat juga merupakan sumber vitamin B, vitamin K, folat, potasium, vitamin C, dan vitamin E yang baik bagi tubuh. Kandungan vitamin B kompleks yang tinggi dalam alpukat juga dapat mengurangi risiko hipertensi pada bayi.

Kacang-kacangan

Kacang-kacangan kaya akan mineral penting seperti zat besi, kalsium, dan zinc, serta vitamin K dan vitamin B dan E. kacang-kacangan juga merupakan sumber asam lemak esensial dan protein yang sehat. 

Di luar komposisi nutrisinya yang fenomenal, kacang-kacangan dianggap sebagai laktogenika yang membantu produksi ASI. kadar vitamin E yang tinggi dalam makanan ini mencegah degenerasi kognitif, sehingga dapat meningkatkan daya ingat dan perkembangan otak. 

Kamu bisa mengonsumsi kacang-kacangan seperti kenari, almond, dan kacang tanah. 

Sayuran Hijau

Garis pertahanan pertama seorang ibu terhadap suplai ASI yang rendah adalah konsumsi sayuran. Mengonsumsi lebih banyak sayuran hijau akan bermanfaat bagi kesehatan dan juga membangun kebiasaan makan yang baik untuk diikuti bayi ketika mereka mulai mengonsumsi makanan padat di sekitar usia enam bulan. 

Sayuran berdaun hijau mengandung fitoestrogen, yang telah terbukti memiliki efek positif pada produksi susu. Sayuran berwarna pekat merupakan sumber antioksidan yang sangat baik. Antioksidan membantu menjaga kesehatan sel-sel otak. 

Kamu bisa mengonsumsi sayuran hijau seperti kale dan bayam yang kaya akan folat dan mencegah demensia.

Telur

Ibu menyusui juga harus rajin makan telur. Jenis makanan ini adalah gudang nutrisi karena mengandung zat-zat penting seperti asam lemak omega-3, zinc, lutein, kolin, yang berfungsi untuk meningkatkan konsentrasi. 

Kandungan kolin dapat membantu memproduksi asetilkolin atau sel induk memori. Ini membantu meningkatkan daya ingat pada anak. 

Ikan Berlemak

Makanan yang terakhir adalah ikan berlemak. Ikan jenis ini, seperti salmon, tuna, mackerel mengandung asam lemak omega-3 yang menyediakan bahan penyusun jaringan otak. 

Asam lemak omega-3 dapat membantu pertumbuhan dan fungsi otak pada bayi. Mengonsumsi ikan secara teratur akan mengoptimalkan keterampilan otak anak pula. 

Penulis: Chrisstella Efivania

#ElevateWomen

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Viral ASI Wanita Ini Berubah Warna Jadi Pink, Apa Penyebabnya?
Artikel Selanjutnya
5 Penyebab ASI Berkurang yang Perlu Diwaspadai