Sukses

Parenting

Studi: Anak yang Menghabiskan Lebih Banyak Waktu Bermain Gadget Memiliki Banyak Teman Dekat

Fimela.com, Jakarta Pada era digital saat ini, orangtua tentu khawatir ketika anak-anaknya menghabiskan lebih banyak waktu depan layar smartphone, komputer, laptop, tablet dan sebagainya. Namun siapa sangka, meski dikatakan hal ini bisa berdampak buruk, ternyata studi menunjukkan bahwa screen time dapat memberikan dampak yang baik pula bagi anak.

Dilansir Verywell Family, Selasa (2/11/2021), studi baru yang diterbitkan di PLOS ONE, menurut para peneliti dari Institute for Behavioural Genetics menilai data studi Adolescent Brain and Cognitive Development (ABCD) mengungkap bahwa terdapat manfaat bagi anak-anak yang menghabiskan lebih banyak waktu bermain gadget, salah satunya anak cenderung memiliki banyak teman dekat.

Di sisi lain, temuan ini juga menunjukkan anak usia sekolah yang menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar hanya memiliki sedikit kemungkinan mengalami kurangnya fokus, gangguan tidur, nilai yang rendah, Depresi dan kecemasan.

Menurut Studi

Pada tahun 2020, American Academy of Child and Adolescent Psychiatry mencatat, rata-rata anak berusia 8 hingga 12 tahun di Amerika Serikat menghabiskan empat hingga 6 jam sehari untuk menonton atau bermain gadget. Studi ini pun melibatkan 11.800 anak-anak usia 9 hingga 10 tahun.

Penelitian ini mengejutkan para peneliti karena terdapat hasil hubungan positif antara screen time dengan hubungan anak bisa memiliki banyak teman dekat. “Lebih banyak waktu di layar berarti persahabatan yang lebih kuat. Ini masuk akal jika dipikir-pikir, karena media sosial dan video game dapat menumbuhkan persahabatan,” ungkap Katie Paulich, seorang mahasiswa PhD di department psikologi dan ilmu saraf di University of Colorado Boulder.

Tak dapat dipungkiri, temuan ini tentu membuat para orangtua khawatir. Namun Paulich berharap agar orangtua dapat merasa nyaman dengan hasil dari penelitian tersebut. “Temuan ini menunjukkan bahwa kita harus berhati-hati dengan gadget, namun screen time itu kemungkinan tidak terus-menerus berbahaya bagi anak muda,” tambahnya.

Hubungan Media Sosial dan Remaja

Linda Charmaraman, PhD, seorang ilmuwan peneliti yang mempelajari hubungan antara penggunaan media sosial dan kesejahteraan remaja, mencatat bahwa penelitian sebelumnya telah menemukan hubungan positif maupun negatif dan tidak ada hubungan antara screen time serta hasil kesehatan psikososial dan perilaku.

“Hal ini terbatas dalam mengetahui mana yang lebih dulu, screen time atau masalah kesehatan mental dan perilaku. Kami membutuhkan lebih banyak data longitudinal untuk lebih tegas membangun hubungan sebab-akibat,” tuturnya.

Tim peneliti Charmaraman menemukan siswa sekolah menengah yang bermain game berisiko tinggi mengalami dampak sosial. Mereka telah diukur dari tingkat kedewasaan dan kekerasan. Dampak sosial ini seperti menghabiskan lebih banyak uang untuk game serta tidak memiliki banyak waktu untuk pekerjaan rumah dan bersama keluarga.

Cara Menangani Anak dalam Bermain Gadget

Dalam membantu anak-anak belajar menggunakan gadget dengan cara sehat, disarankan agar orangtua dan anak bekerja sama untuk menerapkan aturan yang nyaman bagi satu sama lain. Jelaskan kepada sang anak bahwa penting untuk membatasi screen time pada waktu-waktu tertentu, misalnya sebelum tidur.

“Tanyakan bagaimana perasaan mereka setelah bermain game selama berjam-jam atau saat mereka melihat jenis unggahan media sosial. Jelaskan bahwa algoritme ini memang dirancang untuk membuat mereka selalu bermain gadget dan ini bisa berdampak buruk,” kata Charmaraman. “Ingatlah bahwa teknologi dapat berperan positif atau negatif dalam kehidupan anak-anak, tergantung bagaimana mereka menggunakannya,” tambahnya.

Pandemi yang belum berakhir ini memang mengharuskan seseorang untuk menemukan cara agar tetap terhubung dengan orang lain, meski secara online. Namun, perlu diingat bahwa apapun yang dilakukan secara berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental maupun fisik.

Ditulis: Atika Riyanda Roosni

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Ketahui Penyebab iPhone Mati Total Beserta Cara Mengatasinya
Artikel Selanjutnya
5 Penyebab Baterai Ponsel Boros Akibat Penggunaan Beserta Cara Mengatasinya