Sukses

Parenting

Tips Menyimpan ASI dengan Baik dan Benar, Mom Penting Tahu

Fimela.com, Jakarta ASI atau Air Susu Ibu merupakan nitrisi terbaik untuk buah hati sejak ia baru lahir hingga ia berusia 2 tahun. Meski ASI bisa diberikan ke buah hati hingga usianya mencapai 2 tahun, pemberian ASI Eksklusif sebaiknya diberikan ke bayi hingga usianya 6 bulan. Saat bayi berusia lebih dari 6 bulan, asupan ASI saja tidak cukup. Ia harus mendapatkan asupan nutrisi lain dari aneka makanan seperti sayur, buah, daging, nasi dan ikan serta masih banyak lagi. 

Bicara mengenai ASI, saat ini tidak semua Mom bisa memberikan ASInya secara langsung pada buah hati setiap hari hingga ia berusia 6 bulan. Bagi para Mom yang bekerja, akan sulit baginya untuk memberikan ASI Eksklusif selama enam bulan dengan cara menyusui langsung. Namun jangan salah, Mom pekerja masih tetap bisa memberikan ASI Eksklusif dengan menyimpan ASI di rumah.

Ketahanan ASI yang Disimpan

Mengenai ASI, selama disimpan dengan baik dan benar, kualitas ASI akan tetap baik. Nutrisi yang terkandung pada ASI juga masih sangat baik dan diperlukan oleh bayi. ASI yang dipompa atau diperah bisa disimpan dalam waktu yang lama dan bisa diberikan ke buah hati di kemudian hari. ASI yang disimpan memiliki ketahanan masing-masing sesuai dengan metode penyimpanan yang dilakukan. Berikut adalah ketananan ASI yang disimpan. 

  • Jika disimpan di suhu ruang, ASI bisa bertahan hingga 6 jam ke depan. 
  • Jika ASI disimpan di kotak khusus atau cool box, ASI bisa tahan hingga 24 jam. 
  • ASI yang disimpan di lemari es dengan suhu 4 derajat celcius atau kurang dalam wadah tertutup, bisa bertahan hingga 5 hari depan.
  • ASI yang disimpan di freezer pada kulkas satu pintu, ASI bisa tahan hingga dua minggu. 
  • ASI yang disimpan di freezer pada kulkas dua pintu bisa bertahan hingga tiga bulan ke depan. 
  • ASI yang disimpan di freezer dengan suhu dibawah 18 derajat celcius atau lebih rendah dana berupa frezeer khusus ASI, maka ASI bisa bertahan hingga enam bulan ke depan. 

Bagaimana Cara Menyimpan ASI?

  1. Perah atau pompa ASI saat Mom tidak bisa menyusui buah hati secara langsung. 
  2. Tempatkan ASI perah di wadah yang telah disterilisasi, masukkan ASI ke dalam botol atau plastik khusus untuk menyimpan ASI. 
  3. Beri jam dan tanggal pada masing-masing wadah penyimpanan ASI. 
  4. ASI bisa disimpan di suhu ruang jika akan segera diberikan ke bayi. Masukkan ke kulkas jika akan diberikan ke bayi kurang dari 24 jam.
  5. Untuk ASI yang diisimpan di freezer, usahakan agar freezer bersih dan bebas dari makanan lainnya. Akan lebih baik jika ASI disimpan secara khusus dan jauh dari aneka makanan atau minuman terutama yang memiliki aroma menyengat dan mengandung banyak bakteri seperti ikan dan daging segar.
  6. Usahakan untuk menyimpan ASI dalam jumlah kecil untuk menghindari ASI berubah kualitas, rasa dan warna setelah disimpan di waktu yang terlalu lama. 
  7. Saat menyimpan ASI, usahakan untuk menyisakan setidaknya satu inci di bagia atas wadah. Pasalnya ASI bisa mengembang saat membeku. 
  8. Untuk ASI yang sudah beku dan hendak diberikan ke buah hati, cairkan ASI dengan membiarkannya membiarkannya dengan menempatkan ASI di suhu ruang. Hindari memanaskan ASI beku secara langsung atau merebusnya. Kalau tak ingin terlalu lama mencairkan ASI, rendam botol atau platisk menyimpan ASI di air hangat. 

Itulah sekilas info mengenai metode penyimpan ASI. Semoga informasi ini bermanfaat. Jadi Mom, tak perlu takut untuk tidak bisa memberikan ASI Eksklusif ke buah hati meski Mom sedang bekerja. Karena ASI adalah nutrisi terbaik untuk buah di tahun pertama usianya, jangan lewatkan untuk memberikan ASI padanya ya. 

#WomenForWomen

What's On Fimela
Loading