Jefri Al Buchori, dari Bintang ke Bintang

Edy Suherli diperbarui 26 Apr 2015, 09:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Tak terasa sudah dua tahun Ustaz Jefri Al-Buchori meninggal dunia. Kepergian Uje yang mendadak itu, sontak membuat banyak orang berduka. Meski telah berpulang, nama Uje tetap dikenang banyak orang. Besok, Minggu (26/4/2015) akan digelar dua tahun wafatnya ustaz gaul tersebut.

Uje merupakan anak ketiga dari lima bersaudara dari pasangan Ismail Modal dan Tatu Mulyana. Lahir di Jakarta pada 12 April 1973.  Sejak kecil Uje sudah fasih membaca Al-Quran. Tentu saja itu berkat gemblengan kedua orang tuanya. Kecerdasan itu membuat Uje menjuarai Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) hingga tingkat provinsi.

Uje lalu melanjutkan pendidikannya di Pesantren Modern di Daar el Qolam Gintung, Balaraja, Tangerang. Uje tak betah karena disiplin pendidikan di sana. Namun karena disiplinnya sistem pendidikan di sana, membuat Uje tidak betah dan sering membuat kenakalan. Uje hanya bertahan 4 tahun di sana, kemudian pindah ke sebuah Madrasah Aliyah.

Setelah lulus, Uje melanjutkan pendidikannya di akademi broadcasting. Uje sempat bermain dalam beberapa sinetron seperti Pendekar Halilintar dan Sayap Patah. Kemampuannya dalam berakting membuat Uje dinobatkan sebagai Pemeran Pria Terbaik dalam Sepekan Sinetron Remaja yang diadakan TVRI pada 1991.

Seiring waktu sebagai artis, pergaulan Uje makin salah arah. Ia makin menikmati dunia malam dan obat-batan terlarang. Akhirnya, perjalanan yang salah arah dalam hidup Uje digantikan dengan bertobat di Tanah suci. Umi dan kakak Uje mengajak umrah. Di sana beliau memohon ampun dan ingin berubah.

Perjalanan Uje menjadi seorang pendakwah didasari oleh amanah dari kakaknya tertua Uje untuk memberikan ceramah di salah satu masjid di Jakarta pada 2000.  Saat itu Uje telah menikah dengan Pipik Dian Irawati. Sang istrilah yang membuat teks ceramah  Uje yang pertama.

Seiring waktu, ceramah Uje makin bisa diterima banyak orang. Meskipun tak jarang juga orang yang tak bersedia   mendengarkan ceramahnya akibat masa lalunya. Namun, berkat kesabaran Uje, masalah tersebut perlahan bisa teratasi. Gaya dakwah beliau yang santai sangat dicintai oleh semua kalangan.

Berbeda kebanyakan orang, selama karier ustaz Jefri Al Buchori telah melewati dua fase, fase bintang sinetron dan fase ‘bintang’ dakwah. Setiap kali ia berceramah selalu dipadati jemaah.

 

What's On Fimela