Gak Nyangka Ternyata Masa Kecil Manny Pacquiao Sungguh Ngenes

Ardini Maharani diperbarui 04 Mei 2015, 13:17 WIB

Fimela.com, Jakarta Emmanuel Dapidran Pacquiao biasa disingkat Manny Pacquiao memang membius banyak pecinta olahraga tinju dengan pukulannya yang mematikan. Namun sebelum menjadi tersohor dan banyak duit, masa kecil lelaki yang akrab disapa Pac Man ini ternyata sangat mengenaskan.

Dilansir dari washingtonpost.com dan Wall Street Jurnal, kehidupan Pac Man kecil sungguh penuh perjuangan. Tapi dia bisa membuktikan, ternyata mimpi dan kerja keras bisa membuat kaum pinggiran jadi lebih dihargai.

Seperti apa fakta ngenes Pac Man kecil? Nih Bintang.com uraikan buat kamu.

Alat Latihan

Pertama kali berlatih tinju, Pac Man gak pake sasak tapi pohon pisang!

Karir Tinju Pertama

Manny Pacquiao memulai pertandingan tinju pertamanya sejak usia 12 tahun. Kala itu dia dibayar sekitar 100 peso atau setara dengan Rp 35 ribu, sekitar 25 tahun lalu itu duit yang cukup gede. Tapi kalo kalah, dia cuma dibayar 50 peso aja atau setara Rp 17.500.

Kalo menang, setengah penghasilannya dia kasih sang ibu. Sisanya buat ngejajanin temen-temennya.

Pekerjaan Masa Kecil

Pac Man pernah menjadi pengumpul botol bekas hingga jualan donat demi menghidupi keluarganya.

Keluarga Berantakan

Pac Man datang dari keluarga yang miskin dan berantakan. Sang ayah tukang mabuk dan meninggalkan ibunya, Pac Man, serta keenam saudara dia lainnya.

Gak Punya Sahabat

Meski baik hati tapi Pac Man gak punya sahabat dekat. Keseharian dia cuma ditemani sama anjing kampung yang diadopsinya dari jalanan. Tapi si anjing malah dibunuh dan dimakan sama ayah Pac Man. Itu sebabnya dia sebel banget sama bokapnya.

Awal Mula Ingin Bertinju

Pac Man suka tinju gara-gara lihat filmnya Bruce Lee. Sejak itu dia ingin banget bertinju ala idolanya.

Tapi keinginan Pac Man jadi petinju pernah dilecehin sama tantenya. Tantenya Pac Man sampai 'noyor-noyor' kepala dia dan bilang kalau Pac Man sungguh bodoh serta gak bakal dapet apa-apa dari tinju.

Well, mungkin sekarang tantenya Pac Man 'noyor-noyor' kepala dia sendiri, ya, setelah lihat keponakannya sukses. Hihihi.

Sungguh Dermawan

Sungguh sifat Pac Man bak malaikat. Meski hidup serba kekurangan dia masih bisa berbuat baik.

Saat itu teman sekolahnya tidak membawa buku. Manny Pacquiao kecil memberikan beberapa lembar kertas untuk digunakan sang teman menulis. So sweet!

Yap, itulah beberapa pengalaman saat Manny Pacquiao kecil. Luar biasa, ya. So, guys, jangan berhenti bermimpi dan kerja keras. Apa pun mimpi kamu pasti bisa terwujud kalau kamu berusaha.

What's On Fimela