Review 'Ayat-Ayat Adinda', Penuh Pesan yang Menggugah

Puput Puji Lestari diperbarui 11 Jun 2015, 18:50 WIB

Fimela.com, Jakarta Jenis Film : Drama, Religi
Produser : Raam Punjabi, Hanung Bramantyo, Putut Widjanarko, Salman Aristo, Denny JA
Sutradara : Hestu Saputra
Penulis : Salman Aristo
Pemain: Surya Saputra, Cynthia Lamusu, Tissa Biani Azzahra

Sinopsis
Memiliki suara merdu, tak lantas membuat Adinda (Tissa Biani) mudah menjadi anggota tim qasidah sekolahnya. Faisal (Surya Saputra), ayah Adinda melarangnya. Faisal dengan tegas meminta Adinda untuk fokus sekolah.

Selama ini keluarga Adinda tak pernah menetap lama di satu tempat. Mereka sering berpindah-pindah dan dikucilkan di manapun mereka tinggal. Perlahan Adinda mulai paham, hal itu diakibatkan kerena keluarganya dianggap sesat. Walau Adinda sendiri tak mengerti apa itu sesat.

Terdorong oleh keinginan menjadikan keluarganya dibanggakan dan dihormati oleh orang lain, Adinda bertekad ikut lomba MTQ dan menjadi pemenang lomba tersebut.

Namun keinginan sederhana Adinda mendapat rintangan. Keberadaan Faisal mulai terusik. Faisal mengultimatum istri dan anaknya agar tak bertingkah macam-macam, yang membuat mereka menjadi sorotan. Salah sedikit, bukan hanya terusir dari kampung, keselamatan keluarga mereka pun terancam.

Larangan ayahnya tak membuat Adinda urung mengikuti lomba, tekadnya sudah bulat. Meski ia harus berbohong pada ayahnya. Satu tujuannya, membuat keluarganya terhormat dan tak lagi dianggap sesat.

Review
Jujur saat hendak menonton film ini, bayangan film dengan misi yang berat akan membosankan. Pesan tentang keberagaman Indonesian apalagi melibatkan anak-anak rasanya akan sulit dikerjakan.

Tapi saat menyaksikan film ini dari awal, 'Ayat-Ayat Adinda' sangat nyaman untuk ditonton. Bahkan untuk anak-anak film ini akan mudah dicerna. Untuk keinginan sederhana, menang lomba, seorang anak berusaha keras dibantu oleh dua sahabatnya.

Untuk penonton dewasa, pesan tersirat tentang diskriminasi minoritas juga enak ditonton. Tanpa kesan menggurui, ceritanya mulus. Banyak hal yang akan membuat kita merefleksikan diri apakah kita sudah bersikap adil sebagai orangtua dan anggota masyarakat.

Kota Jogjakarta menjadi setting utama di film ini. Buat Anda yang kangen suasana Jogja, film ini bisa jadi salah satu alternatif melepas rindu. Tentu saja untuk alternatif tontonan saat libur dan menjelang Ramadan.

Baca Juga: Butuh 5 Produser untuk Membuat Film 'Ayat-Ayat Adinda'

What's On Fimela