Deretan Kabar Palsu tentang Serangan Teroris di Paris

Asnida Riani diperbarui 16 Nov 2015, 11:14 WIB

Fimela.com, Jakarta Tragedi berdarah yang terjadi di ibu kota Perancis pada Jumat (13/11), mengundang berbagai reaksi masyarakat dunia. Tak terkecuali para pengguna media sosial. Aliran informasi yang begitu deras jadi penyebab timbulnya serangkaian kabar tak benar yang turut menghiasi pemberitaan serangan teroris di Perancis.

Mulai dari lokasi serangan hingga keselamatan presiden Perancis, François Hollande, jadi sedikit kabar keliru yang didengar oleh publik. Dilansir dari Quartz, berikut sederet kabar palsu yang sempat menyelimuti pemberitaan tragedi berdarah Paris selama hampir 24 jam setelah serangan.

Rumornya, sang presiden, François Hollande, dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami stroke. Faktanya, serangkaian serangan yang dimulai dengan ledakan di luar Stade de France membuat presiden Perancis itu harus dievakuasi. Namun, selama proses evakuasi berlangsung tak ada luka serius yang dialaminya.

Kabar palsu pun sempat mengatakan bahwa serangan juga berlangsung di Museum Louvre, Forum des Halles, dan Centre Georges Pompidou. Padahal, sederet lokasi serangan yang sudah dikonfirmasi adalah teater Bataclan dan resto Belle Equipe and Petit Cambodge. 

Beralih ke salah satu ikon kota Paris, yakni Menara Eiffel yang dikabarkan tak bercahaya pada 13 November sebagai bentuk belasungkawa terhadap korban. Faktanya, menara tersebut memang tak bercahaya di beberapa malam, termasuk pada 13 November di mana hari itu memang jadwal Menara Eiffel tak bercahaya.