Ketika Sebuah Tato Mengubah Pilu Jadi Rasa Syukur

Karla Farhana diperbarui 04 Des 2015, 09:28 WIB

Fimela.com, Jakarta Buat sebagian orang, keluar rumah atau bertemu dengan orang lain menjadi sesuatu yang sangat berat. Bahkan, untuk menapakkan kaki ke halaman rumah pun harus memberanikan diri sendiri. Seperti Harley Dabbs. Kulitnya yang tidak terlihat seperti kulit orang lain kerap kali menjadi bahan tertawaan. Bahkan, Debbs telah menjadi korban penindasan selama bertahun-tahun sejak dia masih remaja. 

Debbs, gadis yang kini berumur 21 tahun, pernah menjadi korban kebakaran ketika dia masih berumur 2 tahun. Saat itu, api melahap sebuah rumah, termasuk tubuhnya. Kulit Debbs kecil rusak dilahap si jago merah. Dilansir dari Caters News Agency, meskipun 85% kulitnya rusak, ternyata nyawa perempuan berambut pirang ini masih bisa diselamatkan. Selama tiga bulan, Debbs kecil harus tinggal di rumah sakit hingga kondisinya stabil.

Sepanjang hidupnya, bekas luka terbakar di hampir seluruh tubuhnya membuat Debbs menjadi bahan pergunjingan. Bukan hanya itu, Debbs juga menjadi korban penindasan. Saking tak kuatnya menerima semua hal negatif itu, Debbs sempat tak ingin lagi hidup. Tapi, seperti diberi satu pencerahan, Debbs yang ingin hidup tenang seperti orang lain memutuskan untuk membuat sebuah tato. 

Tato bergambar Phoenix merah tertanam pada tubuhnya. Seakan melambangkan kalau dia adalah seorang prajurit yang selamat dari kobaran api. "Tuhan telah menyelamatkan saya. Dan saya yakin Dia juga mengizinkan saya untuk melakukan hal ini. Saya ingin menjadi seorang perawat. Tak peduli buruk atau cantik rupamu, setiap orang terlahir untuk saling membantu. Saya ingin menjadi penolong bagi orang lain," katanya kepada Caters News. 

Tak disangka, hanya dengan sebuah tato Phoenix, Debbs kembali semangat. Bahkan, dia memiliki keinginan untuk menjadi seorang penolong. Berharap tak ada lagi korban penindasan, gadis yang sudah memiliki seorang kekasih ini juga ingin menjadi seorang pembicara untuk menyemangati dan menginspirasi orang lain.