Berduka, Ini Permintaan Teman-teman Yuyun pada Menteri Yohana

Karla Farhana diperbarui 10 Mei 2016, 11:14 WIB

Fimela.com, Jakarta Kepedihan dan kehilangan ternyata juga dirasakan banyak orang, atas kepergian Yuyun, siswi berumur 14 tahun yang diperkosa dan dibunuh 14 ABG. Ketika mendengar kisah Yuyun ini, hati masyarakat pun juga teriris. Perasaan ini ternyata juga dirasakan teman-teman Yuyun. 

Dilansir dari salah satu media nasional, ada belasan teman Yuyun berbaris di sepanjang jalan menuju rumah korban di Kabupaten Rejang Lebong, pada Kamis (5/5) lalu. Mereka sebenarnya berjejer untuk menyambut kedatangan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambise. Yohana pada hari itu memang sengaja menemui orangtua Yuyun yang berduka. 

Ketika para teman Yuyun bertatap wajah dengan Yohana, mereka menyampaikan tiga permintaan kepada Yohana, sebagai solusi agar kasus Yuyun tak lagi terulang kembali, terutama di lokasi tersebut. Pertama, mereka meminta pemerintah untuk menyediakan kendaraan angkutan sekolah untuk pelajar. Soalnya, selama ini para siswa dan siswi harus melawati kebun dan hutan yang sepi. Mereka harus berjalan 3 km hingga sampai di sekolahan. 

Kedua, mereka juga meminta adanya sarana air bersih. Selam ini, anak-anak di wilayah itu harus mandi di sungai yang jaraknya ratusan meter dari tempat tinggal mereka. Jalan yang sepi dan mandi ruang terbuka sepertinya tidak lagi aman buat semua orang di sana. "Kalau mau mandi harus ke sungai jauh dengan kondisi hutan dan sepi," kata salah satu dari belasan teman Yuyun kepada media tersebut. 

Permintaan terakhir, mereka ingin jalan umum diperbaiki. Dilansir dari Liputan6, sarana dan prasaran di kampung Yuyun masih rendah. Infrastruktur jalan, pusat kesehatan, listrik, dan akses ke pelayanan pemerintahan masih minim dan belum memenuhi standar. "Kalau suatu wilayah masih gelap gulita, bagaimana bisa maju? Prasarana dasar ini yang harus segera diperbaiki," ucap Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Aden Gultom.