De'Meises dan Shiha Zikir Bak Anak yang Tertukar

Altov Johar diperbarui 30 Mei 2016, 08:07 WIB

Fimela.com, Jakarta Jatuh bangun band De'Meises di industri musik berbuah manis. Mereka diganjar 6 platinum atas penjualan digital download single hitsnya yang berjudul Dengarlah Bintang di Hatiku. Namun, keberhasilan band asal Cianjur ini justru diraihnya di negeri Jiran, Malaysia.

Hal ini berbanding terbalik dengan kiprah Shiha Zikir. Nama penyanyi asal Malaysia ini justru kian melambung di Indonesia, setelah mengikuti ajang D'Academy Asia. Karenanya, D'Meises berharap, kolaborasi bersama Shiha di single Jangan Bilang Siapa-siapa menjadi energi positif bagi keduanya.

"Shiha kan di Indonesia sangat terkenal, mudah-mudahan kolaborasi dengan beliau bisa memberi energi positif bagi kita di Indonesia. Kita berdua tuh terbalik, kita terkenal di sana (Malaysia), Shiha malah di sini," kata Imam, vokalis De'Meises, di Pendopo Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (27/5/2016).

Pahit getir tak luput dari perjalanan De'Meises menunjukkan eksistensinya di industri musik. Bahkan, putus asa pun pernah mereka rasakan di tengah-tengah besarnya persaingan industri ini. Apalagi, era boyband tengah mendominasi musik di Indonesia.

"Kita pernah putus asa karena, atmosfer lagu cenderung boyband. Apalagi band papan atas juga tersingkir di situ. Di sisi lain kita tetap semangat," ujarnya.

Penantian panjang, serta perjuangan pun berbuah manis. Kepiawaian punggawa De'Meises meracik lagu menarik perhatian produser film untuk menjadikan karya mereka sebagai soundtrack. Bahkan, De'Meises juga mendapat penghargaan 6 platinum di Malaysia karena penjualan digital lagu Dengarlah Bintang di Hatiku.

"Dan benar, ternyata label kasih tahu kita dapat penghargaan di Malaysia. Viewers video klip di YouTube terus naik, bahkan kita kerjasama dengan artis malaysia. Mudah-mudahan kita juga akan berproses di negara lainnya," ucap Imam De'Meises.