Banjir Pasuruan Berdampak pada Perjalanan Kereta Api

Asnida Riani diperbarui 01 Jul 2016, 07:38 WIB

Fimela.com, Jakarta Akibat banjir yang melanda Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, sejumlah perjalanan kereta api di Daerah Operasi IX Jember tertahan di beberapa stasiun. Berdasarkan laporan Liputan6.comhingga Kamis (30/6), sederet area rel kereta api terendam air dengan ketinggian mencapai 18 centimeter.

"Banjir terjadi di kilometer (KM) 58+1/9 antara Stasiun Pasuruan hingga Stasiun Bangil sejak pukul 05.30 WIB. Ketinggian air 18 centimeter dan panjang lokasi banjir sekitar 200 meter," kata Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi IX Krisbiyantoro, seperti dikutip Antara.

Beberapa perjalanan kereta yang terganggu, yakni KA Logawa jurusan Jember-Purwokerto, KA Probowangi jurusan Surabaya-Banyuwangi, dan KA Tawangalun jurusan Banyuwangi-Malang. "Sejauh ini masih ada tiga kereta api yang terganggu perjalanannya, sehingga berhenti di sejumlah stasiun dan belum melanjutkan perjalanan ke stasiun tujuan berikutnya," sambung Krisbiyantoro.

Berangkat dari Stasiun Jember pukul 05.00 WIB KA, Logawa membawa penumpang sebanyak 608 orang dan tertahan di Stasiun Pasuruan sejak pukul 07.37 WIB. Sedangkan KA Probowangi berpenumpang 281 orang yang berangkat dari Stasiun Surabaya pukul 04.30 WIB, tertahan di Stasiun Bangil sejak pukul 05.27 WIB.

"Saat ini KA Tawangalun yang berangkat dari Stasiun Banyuwangi tertahan di Stasiun Rejoso sejak pukul 10.22 WIB. Ketiga kereta tersebut tidak bisa melanjutkan perjalanan akibat banjir merendam rel dan membahayakan keselamatan penumpang apabila tetap dilanjutkan perjalanan kereta tersebut," jelas Krisbiyantoro.

Ia menambahkan, upaya yang dilakukan pihaknya, yakni mendeteksi secara cermat di beberapa lokasi banjir demi menentukan titik-titik gugusan trak. Sebanyak 153 ton kricak yang merupakan alat material untuk siaga (amus) di Stasiun Rambipuji telah dibawa menuju ke lokasi banjir.