Nyaris Punah, Tringgiling Jadi Perhatian Dunia

Dadan Eka Permana diperbarui 13 Okt 2016, 22:40 WIB

 

Fimela.com, Jakarta Hewan Trenggiling yang hidup di pohon berlubang dengan makanan utamanya semut dan rayap, terancam punah karena perdagangan illegal dan juga habitatnya yang berada di bawah ancaman dari deforestasi.

Dalam upaya menyelamatkan Tringgiling, larangan perdagangan terhadap daging dan kulit trenggiling ketat diberlakukan oleh Convention on the International Trade in Endangered Species (CITES) dalam KTT di Afrika Selatan beberapa waktu lalu.

Seluruh negara bagian dari 183 negara anggota CITES menyerukan suara bulat pada minggu lalu untuk melindungi trenggiling. Dengan larangan tersebut, meliputi negara-negara Asia dan Afrika yang merupakan wilayah makhluk tersebut hidup.

“Keputusan ini akan membantu memberikan trenggiling kesempatan berjuang untuk hidup,” kata Susan Lieberman dari Wildlife Conservation Society seperti dilansir dari nationalgeographic.

“Dunia saat ini berdiri untuk hewan malang ini dengan melalui keputusan penting ini. Spesies ini perlu diberikan perlindungan ekstra dan sekarang mereka akan mendapatkannya.” Lanjutnya.