Ini Penyebab Banjir Bandung

Gadis Abdul diperbarui 14 Nov 2016, 08:14 WIB

Fimela.com, Jakarta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui akun twitternya, @BNPB_Indonesia menyampaikan sejumlah penyebab banjir yang terjadi di Bandung. “Banjir disebabkan beberapa sungai meluap seperti Sungai Citepus, Sungai Cibeureum dan Cikakak yang tidak mampu menampung aliran permukaan. Banjir juga disebabkan saluran drainase tidak mampu mengalirkan aliran permukaan,” kicau Twitter BNPB.

Dalam kicauan tersebut BNPB juga menjelaskan bahwa banjir terjadi di 20 titik di Kota Bandung, yakni Jalan Pagarsih, Jalan Wastukancana, Jalan Lodaya, Jalan Pasirkoja, Jalan A. Yani, Jalan Sukagalih, Jalan Sudirman, Jalan Waringin (Pasar Andir), Jalan Laswi, Jalan Burangrang, Jalan Stasiun Timur, Jalan Kebon Jati, Stasiun Bandung, Jalan Caringin, Jalan Otista dan Jalan dr. Djundjunan. Jalan Kopo, Jalan Manado, Jalan Serayu, dan Rumah Sakit Cicendo.

“Tinggi banjir sekitar 30-60 cm dengan arus yang kencang seperti yang terjadi di Jalan Wastukancana,” kicau BNPB. Akibatnya arus yang kencang tersebut beberapa pohon tumbang terjadi Jalan Manado, Jalan Kopo, Jalan Serayu, Jalan Otista dan Stasiun Kereta Api Bandung.

"Kerugian yang ditimbulkan banjir dan pohon tumbang di Kota Bandung adalah 2 unit mobil rusak berat, beberapa rumah rusak sedang, satu bangunan rusak sedang, arsip pasien di RS Cicendo rusak berat dan operasional kereta api terhambat selama dua jam dan menghanyutkan perabotan rumah," kata BNPB.

Saat ini banjir Bandung sudah mulai surut dan kondisi masyarakatnya pun telah kembali normal. “Banjir di Kota Bandung berangsur-angsur surut. Situasi banjir di Stasiun KA Bandung sudah mulai surut dan sudah mulai bisa beroperasi kembali. Situasi jalan disekitartitik banjir Kota Bandung sudah lancar,” kata BNPB.

What's On Fimela