Berita Hari Ini: Teknologi, Sampah Sumsel, Guru Agama

Ega Maharni diperbarui 16 Des 2016, 17:28 WIB

Fimela.com, Jakarta Sebuah teknologi X-ray baru dapat memberikan informasi secara "real-time" tentang kandungan emas pada bebatuan yang dapat membantu merevolusi industri asai atau pengkadaran dengan menghemat waktu, biaya dan mengurangi limbah beracun. Demikian hasil penelitian Australia Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) menyatakan.

Seperti yang dikutin Antaranews, penemu teknologi pendeteksi emas bernama PhotonAssay X-ray Dr James Tickner dari CSIRO mengatakan, metode baru tersebut menggunakan sinar-X kekuatan tinggi untuk membombardir sampel batuan dan mengaktifkan atom emas di dalamnya.

Sebuah detektor digunakan dalam menangkap "tanda-tanda unik" untuk memancarkan tingkat konsentrasi atom emas dan elemen lainnya untuk menentukan kelaikan sebuah daerah penambangan emas.

Berita hari ini selanjutnya datang dari, perusahaan pembuat senjata asal Amerika Serikat Lockheed Martin Corp tertarik berinvestasi di Sumatera Selatan dengan memanfaatkan sampah untuk dikelola menjadi energi listrik.

Seperti yang dikutip Antaranews, Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Pemprov Sumsel Yohanes H Thoruan di Palembang, Kamis, mengatakan, terkait keinginan ini Sumsel menawarkan dua lokasi yakni di Kabupaten Ogan Komering Ulu (Timur) dan OKU Induk.

Untuk menyakinkan mereka, Pemprov Sumsel juga menginformasikan bahwa daerah ini juga pengekspor listrik di beberapa beberapa wilayah di Indonesia, bahkan ke Singapura.

Terkait keinginan memanfaatkan sampah menjadi energi ini, pemprov dan investor sudah membahasnya saat Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Amerika beberapa waktu lalu di Griya Agung Palembang. Kemudian pertemuan berikutnya di Jakarta dan pertemuan dilanjutkan di Amerika beberapa waktu lalu," kata dia.

Kehadiran guru agama di sekolah sejatinya tidak hanya menaburkan ajaran-ajaran keagamaan, tetapi mereka juga diharapkan mampu menanamkan dan mengembangkan sikap kebangsaan pada anak-anak didik, kata Dr Didin Syafruddin.

"Peran guru agama di berbagai sekolah akhir-akhir ini menjadi semakin penting di tengah tumbuhnya radikalisme di Indonesia," kata Peneliti Senior Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu di Jakarta, Kamis. Seperti yang dikutip dari Antaranews.

Didin mengemukakan keterangan tersebut dalam seminar bertajuk "Guru Agama, Toleransi, dan Isu-isu Kehidupan Keagamaan Kontemporer di Indonesia" yang berlangsung di Ruang Teater Prof Dr Zakiah Daradjat Fakultas Psikologi UIN Jakarta.

Didin juga mengemukakan, mayoritas guru Pendidikan Agama Islam (PAI) mendukung Indonesia sebagai negara yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, namun mereka memiliki aspirasi yang kuat dalam penerapan Syariat Islam.

What's On Fimela