Cerdas, Ini Kisah Dua Remaja Pencetus Fidget Spinner

Karla Farhana diperbarui 25 Jul 2017, 14:14 WIB

Fimela.com, Jakarta Kamu mungkin sudah sangat familiar dengan fidget spinner, mainan yang katanya bisa mengatasi stres dan membuatmu lebih fokus pada apa yang sedang kamu kerjakan. Ternyata, mainan yang kini sudah banyak KW-annya, pertama kali dibuat dua orang bocah SMA, Allan Maman dan Cooper Weiss, asal Amerika Serikat. 

Kedua inovator brand Fidget360 ini, tulis Forbes, ternyata sukses berjat sebuah printer 3D di sekolah mereka. Ide mereak ini bermula dari Allan, yang saat itu sedang berusaha mengurangi ADHD-nya. Untuk mengurangi ADHD-nya itu dan membuat dirinya untuk lebih fokus pada pekerjaan atau kegiatan yang sedang dia lakukan, dia membutuhkan sesuatu. 

Dia lantas membuat sebuah konsep, yang pada akhirnya direalisasikan dalam bentuk sebuah mainan, yang membantunya tetap fokus. Pada waktu itu, tulis Forbes, belum ada orang memproduksi fidget dan menjualnya di pasaran. Nah, Allan merasa, banyak orang yang sebenarnya membutuhkan fidget spinner ini dan dia pikir, dia bisa memenuhi kebutuhan tersebut. 

Allan dan Cooper akhirnya memproduksi Fidget buatan mereka yang pertama di sekolah, menggunakan printer 3D milik sekolah tersebut. Mereka juga dibantu sang guru Fisika, eric Savino untuk melakukan proses manufaktur. Ternyata, dengan biaya produksi yang murah, menggunakan printer 3D ini membuat mereka meraih margin keuntungan yang lebih tinggi. 

Beberapa hari pertama, mereka mendapat beberapa ratus dolar. Hingga akhirnya, para siswa di sekolahnya juga ingin memiliki fidget spinner itu. Sayangnya, pihak sekolah yang mendengar soal produksi dan penjualan fidget spinner di sekolah. Mereka kemudian melarang Allan dan Cooper untuk bersekolah untuk sementara. 

Mereka akhirnya pindah ke ruang bawah tanah di rumah Cooper, setelah membeli 8 printer 3D. Namun, karena sudah emakin banyak jumlah produksinya, mereka akhirnya pindah ke pabrik yang berada di Brooklyn. Penjualan fidget spinner 360 semakin laku dan mereka akhinrya juga punya sebuah pabrik di China. Hanya dalam 6 bulan setelah itu, mereka bisa meraup ratusan ribu dolar dari penjualan mereka.