Sukses

Lifestyle

Demi Pendidikan Anak, Polisi Ini Rela Jadi Tukang Tambal Ban

Fimela.com, Jakarta Kasih sayang ayah kepada anak-anaknya tak kurang dari kasih sayang seorang ibu. Begitu juga dengan pengorbanan yang mereka lakukan demi sang buah hati. Sampai-sampai, ada sebagian ayah yang rela melakukan banyak pekerjaan demi membahagiakan anak-anaknya. 

Seperti Aiptu Mustamin, polisi yang rela menjadi tukang tambal ban. Pria tua yang akrab disapa sebagai Pak Mus ini tak melepas pekerjaan mulianya sebagai polisi. Alih-alih, dia menjadikan profesi tukang tambal ban sebagai profesi sampingannya. 

Dilansir dari Liputan6, Pak Mus merupakan anggota polisi Makassar, Sulawesi Selatan. Saat tak bertugas sebagai polisi, Pak Mus sibuk menambal ban motor pelanggannya di belakang gedung Pengadilan Negeri Makassar. Ternyata, dia sudah menjalani pekerjaan sampingannya ini selama kurang lebih 21 tahun. 

Aiptu Mustamin mendapat penghasilan dari menambal ban sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 80 ribu per hari. | Sumber Foto: TV/Liputan6 Pagi

Anehnya, tak banyak orang tahu kalau Pak Mus ini juga berprofesi sebagai polisi. Ayah dari 4 anak ini memulai kariernya di dunia kepolisian sejak 1979. Sementara dia mulai membuka usaha bengkelnya sejak 1991. 

"Saya jadi polisi tahun 1979 dan mulai buka usaha tambal ban tahun 1991. Awalnya dulu saya tambal ban di Jalan Alimalaka, tapi kena penggusuran. Jadi saya pindah di belakang pengadilan tahun 2012. Saya suka kerja-kerja tambal ban," ujarnya kepada Liputan6. 

Ternyata, memiliki pekerjaan sampingan ini bukan cuma iseng mengisi waktu luang. Tapi dia lakukan untuk membantu biaya pendidikan keempat anaknya. Jerih payah Pak Mus ternyata membawa hasil yang menakjubkan. Dari usahanya itu, dia bisa membawa keempat anaknya ke gerbang kesuksesan. 

Tak tanggung-tanggung, dua orang anaknya kini menjadi Kanit Ine=te dan Penyiik Reskrim Polres Mamasa, Sulawesi Barat. Sementara anak ketiganya kini bekerja di Negeri Sakura. Dan, putri bungsunya membantu sang istri menjaga warung di rumah. 

"Anak ketigaku kerja di Jepang, dan anak bungsuku perempuan jaga warung membantu istriku," jelasnya. Selain demi pendidikan anak-anaknya, Pak Mus juga mengatakan kebutuhan hidup di Makassar sangat besar. Hingga tahun 2016, Pak Mus masih tinggal di Asrama Tallo Lama. Padahal, jaraknya puluhan kilometer dari Polsekta tempatnya bertugas. 

Menjadi seorang polisi selama 38 tahun membuat Pak Mus bangga. Meskipun memiliki pekerjaan sambilan sebagai tukang tambal ban, Aiptu Mustamin tak pernah malu. Pun dia tak pernah melalaikan tugasnya sbeagai anggota kepolisian. "Saya tidak pernah melalaikan tugas. Saya tidak mencuri. Saya juga tidak paksa orang. Jadi buat apa saya malu?" ujarnya kepada Liputan6. 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading