Asri Welas Jelaskan Pantangan Bagi Anaknya

Anto Karibo diperbarui 17 Sep 2017, 07:40 WIB

Fimela.com, Jakarta Anak kedua Asri Welas masih harus menjalani perawatan intensif setelah melakukan operasi katarak beberapa bulan lalu. Karena dirawat jalan, anak Asri pun harus mendapatkan perlakuan khusus selama di rumah.

"Pasca operasi ada proteksi dari orangtua, mungkin di rumah nanti kamarnya dibikin apa soalnya masih rentan," kata suami Asri Welas di RSIA Bunda, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Asri harus menjaga tangan-tangan kecil Ibran, sapaan anak keduanya tak menjangkau area matanya. Lalu, kamar yang dipakai oleh Ibran harus selalu terang agar retinanya bisa beradaptasi dengan cahaya.

"Yang pertama memang dia belum boleh pegang matanya. Kedua memang harus terang banget supaya retinanya bisa beradaptasi," tutur Asri.

Oleh dokter, anak Asri mendapatkan obat tetes mata khusus dan kacamata yang memiliki lensa plus 16. Obat tetes mata tersebut harus diberikan 3 kali sehari, sementara kacamata harus senantiasa dipakai.

 

"Dulu matanya tuh urat-uratnya nggak keliatan sama sekali, sekarang setelah pakai kacamata baru 3 hari, muncul urat-urat di matanya. Artinya retinanya mulai menerima. Obat tetes saja yang harus dipakai 3 kali sehari," ujarnya.

Sementara, untuk pantangan, Asri mengaku tak mendapatkan arahan dari dokter yang menangani. Namun, ia menghindari aktivitas yang memiliki resiko untuk bayinya.

 

"Nggak sejauh ini belum (ada pantangan), karena kita lagi cek metabolik, hasilnya belum keluar," imbuh Asri.

"Kalau Ibam dibawa kemana-mana syuting kalau ini kita gak bisa. Ada spesial treatment jadi kita gak bawa, tapi di rumah. Susu ASI distok," Terang suami Asri Welas.

What's On Fimela