Curhat Pembaca: Punya Pacar Jauh, Jadi Nyaman Sama yang Dekat

fitriandiani diperbarui 25 Jan 2018, 06:32 WIB

Fimela.com, Jakarta Dari: Sakakaddutrospita

saya mau curhat tentang hubungn saya yang menurut saya rumit. Saya pacaran dengan seseorang dari 12_2_2015, hubngan kami jarak jauh ketemu kadang hanya beberapa kali dalam setahun. Kami tidak pernah bermasalah mengenai hubungn kami yang jarak jauh.Kami seiman. Tapi suatu ketika bulan februari 2017 saya bertemu dengn seseorng tanpa disengaja dan direncanakan, kami menjadi dekat, komunikasi kami menjadi lancar, walaupn kami juga jarak jauh, dia juga punya pacar. Kami sama sama nyaman dan selalu meluangkan waktu untuk selalu memberi kabar satu sama lain apapun keadaanya. Kami berbeda keyakinan. Tapi saya nyaman dengan dia. Bahkan saya hanya mengingat kenangan yang pernah kami lewati walau tidak seistimewa kebanyakan orng lain. Saat ultaku ke 22 bulan oktober 2017 Saya memberitauh pacar saya empat mata kalau saya nyaman dengan seseornag dan bahkan dia memberikn saya kejutan dihari ulta saya, walaupn dia tauh saya punya pacar. Saya tauh dia punya pacar,dia tauh saya punya pacar.

Saya mintak sarannya: apakah perasaan saya salah karna nyaman dengan orng lain? Apakah perbedaan keyakinan menjadi masalh dalam suatu hubungan? Apa kah makna dari semua ini? Apakah saya yang tidak paham mengenai hubungan atau saya hanya terobsesi oleh cinta? Saya bertanya begini bukan saya tidak percaya diri, dan tidak percaya agama saya namun saya hanya coba mencarii solusi lain. Mksh ea........

***

Dear Saka,

sebenarnya hubungan kamu tidak rumit, hanya pikiranmu saja yang memperumitnya. Mungkin karena kamu tahu sebenarnya hubunganmu dengan si dia yang sudah punya pacar ini salah, makanya kamu berusaha mencari pembenaran.

Jangan terlalu diseriusi, mungkin kamu merasa nyaman hanya karena si dia bisa mengisi kekosongan saat pacarmu jauh. Bisa dibilang, kehadiran si dia semacam pelampiasan akan dirimu yang kesepian. Hubunganmu dengan si dia yang sudah punya pasangan ini juga terlihat lebih rumit ketimbang dengan pacarmu yang jauh itu, apalagi karena ada faktor perbedaan agama. 

Sudahlah, Saka. Jaga apa yang semestinya dijaga saja. Jika kamu merasa perlu mencari pengganti pacarmu di sisi selama kalian berjauhan, berarti hubungan kamu dan pacarmu bukan "baik-baik saja". Nah, daripada kamu pikirkan bagaimana hubunganmu dengan cowok yang sudah punya pacar, lebih baik kamu fokuskan; mau dibawa ke mana hubunganmu dengan pacarmu sendiri? Apa masih ingin dipertahankan atau ingin disudahi saja?

Jangan sampai kamu memilih orang yang salah. :)

 

 

***

Punya masalah percintaan yang bikin galau? Curhatin aja! Kirim curhatanmu ke redaksi@bintang.com. Jangan lupa tulis subject emailnya: CURHAT PEMBACA BINTANG, ya. Curhatanmu akan dijawab dan kamu bisa lihat jawabannya di www.bintang.com/relationship. Ditunggu!

What's On Fimela