Baru Kerja Sebentar Pekerja Ini Dipulangkan ke Negaranya oleh Majikan, Alasannya...

Lanny Kusuma diperbarui 16 Mar 2018, 11:06 WIB

Fimela.com, Jakarta Beberapa waktu terakhir kisah tentang para pekerja di luar negeri menyita perhatian publik. Kali ini ada seorang tenaga kerja asal Filipina yang dipulangkan oleh majikannya setelah beberapa minggu bekerja untuknya.

Bekerja dan menetap di negeri orang memang bukan hal mudah, ada berbagai hal yang harus dipersiapkan. Tak hanya uang, kesiapan fisik dan kemampuan diri juga harus mumpuni.

What's On Fimela
Ilustrasi (Sumber Foto: Liputan6)

Sayangnya, tenaga kerja asal Filipina yang tak disebutkan namanya itu tak memiliki kemampuan mumpuni yang bisa membuatnya bertahan bekerja di negeri orang. Melansir laman viral4real, rupanya kendala bahasa menjadi alasan pekerja itu dipulangkan oleh majikannya setelah beberapa minggu bekerja.

Bekerja di Jeddah selama beberapa minggu sejak dikirim ke rumah majikannya, ia tak dilaporkan tak bisa mengerti apa yang disampaikan oleh atasannya yang berbicara dengan bahasa Inggris. Hal itu pun membuat sang majikan marah dan bertanya-tanya kenapa pekerja yang tak memiliki kemampuan bahasa itu dipekerjakan untuknya.

Setelah dicari tahu ternyata kesalahan itu ada pada agen yang menyalurkan tenaga kerja tersebut. Dalam proses perekrutannya, ternyata pekerja itu hanya diminta untuk menandatangani dokumen, tanpa lebih dulu diseleksi.

2 dari 3 halaman

Pengakuan Pekerja yang Dipulangkan Majikan di Jeddah

Ilustrasi (Sumber Foto: rebenok.by)

Dalam sebuah wawancara, pekerja yang dipulangkan oleh majikannya itu mengakui jika dirinya tak bisa berbahasa Inggris. Bahkan saat ditanyakan kabar dalam bahasa Inggris, ia tak bisa menjawabnya dan hanya menundukkan kepala.

Dibalik keterbatasan bahasa yang menyulitkannya bekerja di luar negeri. Tenaga kerja yang tak disebutkan namanya itu punya kisah pilu yang mengharuskannya bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup.

3 dari 3 halaman

Pasangan yang Dipenjara

Ilustrasi Penjara (Sumber Foto: muslim.or.id)

Ia harus bekerja keras untuk memenuhi kehidupannya sejak berusia 15, tepatnya ketika pasangan hidupnya dipenjara karena kasus narkoba.

Selain itu, meski Filipina menjadi negara yang menduduki peringkat ketiga dalam menggunakan bahasa Inggris, nyatanya tak membuat pekerja itu bisa berbahasa asing. Alasan ekonomi menjadi penyebab utama dirinya tak bisa mendapatkan pembelajaran bahasa Inggris yang kini menyulitkannya dalam pekerjaan.