Reno Andam: Rendang Bukanlah Nama Makanan!

Fimela Editor diperbarui 15 Jun 2012, 04:59 WIB
2 dari 3 halaman

Next

Rendang rasanya bukan makanan yang asing untuk semua orang. Yup, makanan yang umumnya berupa olahan daging ini memang dikenal sebagai makanan khas dari Sumatera Barat. Ketenaran rendang sebagai makanan ternyata tidak membuat semua orang tahu tentang filosofi di balik makanan ini. Dan ternyata, rendang bukanlah nama makanan.

Jakarta "Rendang pun sebenarnya bukan nama makanan, rendang adalah sebuah proses mengaduk. Nama makanannya disebut samba (lauk) tapi memang saat ini masyarakat mengenal rendang sebagai masakan."Ingin mencari tahu lebih banyak tentang rendang, tim FIMELA.com pun berbincang-bincang dengan Reno Andam. Perempuan yang awalnya bekerja sebagai seorang desain grafis di sebuah perusahaan advertising ini memulai usaha rendang vacumnya pada tahun 2004. �Usaha ini dimulai dari ketidaksengajaan. Setiap lebaran biasanya saya memang memasak rendang dalam jumlah banyak untuk dijadikan hantaran. Namun, ternyata ada pesanan masuk dari perusahaan-perusahaan yang memesan dalam jumlah besar untuk dijadikan parsel Hari Raya. Tahun-tahun selanjutnya pesanan pun semakin banyak dan akhirnya tahun 2006 lahirnya rendang vacum Uni Farah yang memang diciptakan untuk perjalanan jauh,� perempuan yang biasa disapa Reno ini mengawali cerita.

Setiap tahun permintaan jumlah rendang terhadap Rendang Uni Farah semakin meningkat. Namun, meningkatnya jumlah permintaan terhadap produknya tidak membuat Reno lantas menggadaikan �kesakralan� rendang dengan memproduksi produknya secara masal. �Sebenarnya di Sumatera Barat rendang adalah makanan yang memunyai kedudukan tertentu dan diagungkan. Inilah yang tidak diketahui oleh banyak orang. Rendang pun sebenarnya bukan nama makanan, rendang adalah sebuah proses mengaduk. Nama makanannya disebut samba (lauk) tapi memang saat ini masyarakat mengenal rendang sebagai masakan. Sejak awal berdiri Rendang Uni Farah saya memasak rendang dengan menggunakan kayu bakar dan inilah yang saya pertahankan sampai saat ini. Dan saya tidak ingin membuat Rendang Uni Farahsebagai produk masal,� ujar Reno.

What's On Fimela
3 dari 3 halaman

Next

Rendang Uni Farah diambil dari nama anak pertamanya, Farah. Sukses seperti saat ini bukan berarti Rendang Uni Farah tidak pernah mengalami masa-masa sulit. Sempat tidak dilirik oleh orang saat awal mula pengenalan produk rendangnya, Reno pun mencari cara untuk memperkenalkan rendang dengan cara lain hingga muncul Rendang Uni Farah dengan konsep rendang untuk traveling.

"Rendang Uni Farah dikenal orang sebagai rendang yang khusus dibuat untuk oleh-oleh. Dan memang hampir 90% si pemesan Rendang Uni Farah pun mereka yang ingin bepergian ke luar negeri."Dari sinilah terbentuklah konsep bahwa Rendang Uni Farah memang diciptakan untuk orang-orang yang bepergian ataupun untuk oleh-oleh. Lahir sebagai konsep rendang traveling, produk Rendang Uni Farah pun terdiri atas beberapa packaging. �Saat ini, Rendang Uni Farah dikenal orang sebagai rendang yang khusus dibuat untuk oleh-oleh. Dan memang hampir 90% si pemesan Rendang Uni Farah pun mereka yang ingin bepergian ke luar negeri. Untuk packaging saya pun menyediakan kemasan individual yang memudahkan orang untuk mengonsumsi rendang tanpa harus bingung terhadap wadahnya,� ujar perempuan yang tahun ini dinobatkan sebagai Icon Business Local oleh Google Asia.

Hingga saat ini, Reno hanya memasarkan produknya di Butik Rendang yang sekaligus menjadi rumahnya. �Seperti yang sudah saya bilang, saya tidak ingin menjadikan produk saya adalah produk masal. Jadi, saya hanya memasrkan rendang saya di Butik Rendang. Saya tidak takut akan kehilangan pasar karena memang saya yakin sudah ada kelas tertentu yang terbentuk untuk segmen Rendang Uni Farah,� tuturnya.