Salah Lempar Topik Di Kencan Pertama Bisa Bikin Kencan Runyam

Fimela Editor diperbarui 25 Agu 2015, 10:00 WIB
2 dari 3 halaman

Next

Jakarta Kesan pertama berjalan lancar, kamu menyukai penampilannya dan begitu pun sebaliknya. Dua-duanya menyatakan sinyal ketertarikan (link) secara gamblang. Awal yang menyenangkan. Setelah perkenalan dan memasuki obrolan, tiba-tiba binar mata Si Dia mulai meredup menanggapi. Kamu menyadari ada omongan salah yang keluar dari mulut dan langsung putar otak menemukan topik lainnya.

Akrab dengan kejadian tadi? Kamu tak sendirian, kok. Antie (wartawan), misalnya ia malah sampai bertengkar di kencan pertamanya. �Aku sempat membahas soal percintaan masing-masing di masa lalu, ujung-ujungnya malah adu mulut,� ceritanya.

Saking bingung mau membahas apa, seringkali kamu malah salah menentukan topik pembicaraan. Violet Lim, penulis buku best-seller Lessons from 15.000 First Date, memberikan penjelasannya. �Yang sering terjadi saat kencan pertama itu, topik obrolan yang diomongkan loncat-loncat, misalnya dari membahas cuaca lalu tiba-tiba pekerjaan dan berlanjut ke film terakhir yang ditonton dan lainnya. Setidaknya ada lima jumping topic yang diobrolkan,� ungkapnya.

Dibanding membahas lima topik secara permukaan, lebih baik memilih satu topik yang akan dibahas secara mendalam. �Contohnya kamu tertarik akan traveling, jelaskan ketertarikan kamu secara mendalam seperti alasan kamu menyukainya hingga pengalaman traveling kamu. Snap show who you are to that guy. Contoh lainnya, bahas soal bagaimana kamu bisa sampai seperti sekarang mulai dari background family dan beberapa pengalaman yang pernah kamu lalui,� tambahnya.

Bila kamu memiliki backrground keluarga yang menyedihkan atau tragis, Violet menyarankan agar tidak diceritakan di saat kencan pertama.

 

3 dari 3 halaman

Next

 

Selain latar belakang keluarga yang tragis, topik percintaan di masa lalu sebenarnya bukan topik yang menarik untuk dikeluarkan di kencan pertama. �Sebaiknya hindari. Bila Si Dia menanyakan, pintar-pintarnya kamu bisa mengalihkan ke topik selanjutnya. Sebenarnya alasannya sederhana saja, kenapa kamu ingin membuat Si Teman Kencan membayangkan kamu dengan orang lain bukannya dengan dia?,� tuturnya.

Saat kencan pertama, keduanya menurut Violet ingin membangun emotional attachment. �Saat bertemu pertama kali, emotional bank masing-masing masih nol. Kencan pertama adalah momen yang tepat untuk membangun emotional attachment tadi. Semakin mengenal satu sama lain, semakin muncul beberapa hal yang disukai atau tidak. Maka, keluarkan obrolan yang bisa membuat emotional bank tadi bertambah dari sisi yang positif,� jelasnya.

Dari pengamatannya, kesalahan yang biasanya dibuat oleh perempuan selain kurang bisa memilih topik pembicaraan adalah kemampuan dia untuk menempatkan diri. Katakanlah kamu seorang yang sukses di pekerjaan. Menjadi seorang leader yang harus tegas terhadap bawahan. Ketika berkencan, sebisa mungkin redam karakter tadi. �Just enjoy being pampered by the guy. Kamu mungkin, seorang powerful woman di kantor tapi saat berkencan lebih baik mengeluarkan sisi feminim kamu. Lelaki lebih menyukainya,� kata pemilik Lunch Actually, biro jodoh standar premium yang telah tersebar di Asia ini.

Selain itu, �Perempuan yang agresif dan terlihat high maintenance seringkali membuat lelaki mundur. Pada dasarnya lelaki lebih menyukai perempuan yang nurturing. Pintar dan lainnya, hanya menjadi bonus bagi mereka,� tutupnya.

Dari penjabaran oleh Violet tadi, apakah kamu siap memperbaiki kesalahan di kencan sebelumnya, Fimelova? Selamat berkencan, ya!