Lebih Sehat Mana, Cold Brew Coffee atau Cold Pressed Coffee?

reiny diperbarui 12 Mei 2017, 14:45 WIB

Jakarta Ketika bangun tidur, santai bersama teman atau dikejar deadline, kopi biasanya menjadi teman yang cocok. Tak heran bila coffee shop begitu menjamur di Indonesia, mengingat penggemarnya memang banyak dan tak memandang usia dari kalangan muda hingga lanjut usia. Kopi sudah sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari kita. Bahkan desain gelas kopi yang chic dengan mudah menjadi bagian penampilan, atau foto di media sosial. Nah, tak hanya nikmat disajikan panas,  kopi dingin juga populer. Di Amerika dan Australia kopi dingin banyak diminati saat musim panas, sayangnya di Indonesia ternyata tak semua jenis kopi nikmat dikonsumsi saat dingin.

Di Indonesia cold brewed coffee mulai ramai tahun lalu dan baru-baru ini muncul cold pressed coffee, keduanya sama-sama dingin. Namun mana yang lebih sehat dan nikmat?

Cold Brew Coffee

Cold brew coffee sudah populer cukup lama di beberapa negara yang memiliki musim panas, teknik pembuatan kopinya cukup unik dan memiliki keunggulan seperti: kopi yang dihasilkan lebih pekat dan  aman untuk lambung. Karenanya, seseorang yang punya masalah lambung bisa menikmati kopi, menyenangkan bukan?

Proses pembuatan cold brew coffee sendiri tidak bisa sembarangan, misalnya dalam pemilihan jenis kopi. Karena tidak semua kopi cocok, robusta dan arabica biasanya dipakai untuk membuat cold brew coffee. Proses pembuatannya:  kopi digiling dan direndam dalam air dingin selama 12 sampai 18 jam, selanjutnya penyaringan dan disajikan dengan es batu atau dengan tambahan susu. Cold brew coffee dapat bertahan sampai satu bulan jika disimpan dalam lemari es. 

 

Cold Pressed Coffee

Kopi dingin yang aman untuk lambung bukan hanya cold brew coffee, ada lagi cold pressed coffee yang prosesnya lebih panjang namun memiliki keunggulan lain. Cita rasa kopi yang dihasilkan lebih lembut, pekat dan kadar asamnya lebih sedikit dibandingkan hasil cold brew coffee.

Untuk pembuatan cold pressed coffee, biji kopi digiling sampai halus kemudian direndam dalam air dingin suhu 2-4 derajat selama 24 jam. Ini merupakan step yang penting agar kualitas kopi tetap baik saat masuk mesin pressed, selanjutnya kopi di-press dalam keadaan dingin dan siap disajikan dengan campuran yang kita inginkan misalnya low-fat milk, almond milk atau buah-buahan.

So, untuk menikmati musim panas sepertinya cold brew coffee lebih cocok karena pembuatannya lebih mudah. Sedangkan cold pressed coffee cocok untuk sarapan sehat atau pecinta kopi yang ingin mengganjal perut karena lebih nikmat ditambah bahan lain seperti buah-buahan atau susu rendah lemak. Di Indonesia sendiri sudah tersedia cold pressed coffee oleh Re.juve yang saat ini memiliki tiga varian rasa, diantaranya: Mocha High, Avoccino dan Café Almond.