Kabar Gembira! Akhirnya 10 Perempuan Arab Saudi Dapat SIM untuk Menyetir Mobil

Gadis Abdul diperbarui 06 Jun 2018, 12:28 WIB

Fimela.com, Jakarta Bukan karena tidak bisa menyetir mobil, tapi perempuan di Arab Saudi memang tidak diperbolehkan untuk menyetir mobil. Oleh karena itu pulalah banyak masyarakat dunia yang mengkritik Arab Saudi karena dianggap telah menindas kaum perempuan. Tapi kini kabar bahagia pun datang untuk para perempuan di Arab Saudi.

Dilansir dari Khaleej Times, Rabu (6/6/2018), berdasarkan keputusan Raja Salman bin Abdulaziz pada September 2017, Arab Saudi akan mengakhiri larangan mengemudi kendaraan terhadap perempuan pada 24 Juni 2018 mendatang. Tentunya hal tersebut menjadi sebuah sejarah baru di Arab Saudi dan sejarah tersebut tentunya membuat perempuan bahagia.

Lewat pernyataannya pada Senin (4/6/2018), pemerintah Arab Saudi menyebutkan bahwa pihaknya akan mulai mengeluarkan SIM untuk perempuan yang sebelumnya telah memiliki SIM dari negara lain, termasuk dari Inggris, Libanon dan Kanada. Tapi, para perempuan yang telah memiliki SIM luar negeri tersebut tetap harus mengikuti tes singkat mengemudi yang diadakan oleh pemerintah Arab Saudi.

What's On Fimela
Beberapa orang perempuan Arab Saudi akhirnya diperbolehkan memiliki SIM untuk menyetir mobil, dan itu barulah permulaan. (Foto: Saudi Information Ministry via AP)

Sebagai permulaan, otoritas Arab Saudi telah secara resmi memberikan Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk 10 perempuan. “10 perempuan Saudi membuat sejarah baru pada Senin ini karena mendapatkan SIM,” jelas pernyataan kementerian informasi bagian pusat komunikasi internasional (CIC).

Salah seorang perempuan Arab Saudi yang menerima SIM tersebut mengaku sangat bahagia karena memperoleh SIM yang pertama kali dikeluarkan oleh negaranya sendiri. “Ini adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan, mulai sekarang saya bisa menyetir di kerajaan ini,” jelas Rema Jawdat salah satu perempuan yang menerima SIM seperti dikutip dari CIC.

Tak berhenti sampai di situ saja, setidaknya pada pekan selanjutnya, setidaknya ada 2.000 perempuan Arab Saudi yang akan mendapatkan SIM untuk menyetir mobil.