5 Kegiatan yang Nggak Boleh Kamu Lakukan Setelah Makan

Karla Farhana diperbarui 21 Jun 2018, 00:11 WIB

Fimela.com, Jakarta Banyak orang yang langsung melakukan kegiatan lain usai makan. Misalnya, langsung kembali bekerja, mandi, merokok, dan lain sebagainya. 

Ada juga yang bahkan langsung mencari tempat untuk selonjoran, agar bisa tidur sebentar. Bahkan, sebagian orang ada yang makan malam dan kemudian langsung tidur nyenyak, lho! 

Tahukah Anda bahwa kegiatan yang dilakukan setelah makan tersebut tidak dianjurkan? Anda bahkan harus menghindarinya.

Berikut lima alasan Anda harus menghindari kegiatan tersebut setelah makan, seperti dikutip dari situs Health XChange Singapore pada Kamis (21/6/2018).

Tidur

Boleh-boleh saja jika mau tidur setelah makan, tapi sebaiknya tunggu dulu selama satu atau dua jam. Beri waktu untuk tubuh mencerna semua makanan tersebut. Lagipula, memangnya nyaman tidur setelah makan?

2 dari 4 halaman

Merokok

Ilustrasi Foto Kemasan Rokok (iStockphoto)

Merokok setelah makan setara dengan merokok 10 batang. Terkait benar atau tidak, pada dasarnya merokok tidak baik buat kesehatan.

Mandi

Mandi setelah makan tidak baik untuk pencernaan. Makanya, tidak sedikit yang merasa sulit buang air besar saat mandi tak lama setelah makan.

Sebab, darah di sekitar perut mengalir ke bagian tubuh lain selama mandi, bukannya membantu kerja pencernaan.

3 dari 4 halaman

Makan Buah

Mungkinkah Makan Buah Terlalu Banyak? (Boiarkina Marina/Shutterstock)

Beda makanan, beda pula cara tubuh mencernanya. Dianjurkan, makanlah buah terlebih dahulu sebelum makan besar. Paling tidak, satu jam sebelum makan.

Buah paling mudah dicerna oleh tubuh. Buah-buahan tidak akan dicerna dengan baik jika Anda menyantapnya setelah makan.

4 dari 4 halaman

Minum Teh

Teh hijau Copyright healthywomen.org

Teh memiliki sifat asam dan akan memengaruhi proses pencernaan. Jika Anda mengonsumsi protein, asam dari teh akan mengeraskan kandungan protein sehingga sulit untuk dicerna.

Harus dipahami bahwa minum teh setelah makan akan mengganggu penyerapan zat besi dalam tubuh.

 

 

Penulis: Aditya Eka Prawira

Sumber: Liputan6.com