Salah Kirim Foto ke Grup Chat Keluarga, Perempuan Ini Langsung Dibawa ke Psikiater

Gadis Abdul diperbarui 02 Agu 2018, 17:01 WIB

Fimela.com, Jakarta Pernah mengirim pesan, baik tulisan, foto atau video ke grup yang salah, termasuk ke grup chat keluarga? Pasti pernah. Meskipun beberapa aplikasi chat dapat menghapus pesan yang salah kirim tersebut, tapi tetap saja sih malu, apalagi kalau isinya merupakan foto, video atau kata-kata yang terlalu pribadi dan tidak seharusnya diketahui oleh banyak orang.

Kejadian memalukan dan membuat sial tersebut dialami oleh perempuan cantik berambut panjang yang bernama Celeste Araslanian. Kisah kesalahan saat mengiri pesan yang dilakukan oleh Celeste yang dibagikan ke akun Twitternya bahkan langsung viral. Jadi, cerita bermula ketika Celeste ingin mengirimkan sebuah foto lucu ke grup chatting.

Ternyata Caleste malah mengirim foto tersebut ke grup chat keluarga yang tidak menganggap bahwa foto yang dikirim oleh Caleste adalah sebuah foto lucu yang pantas ditertawakan. Foto yang dikirim Caleste merupakan sebuah meme yang dia ambil dari laman Facebook Nihilist Memes.

What's On Fimela
Kirim foto ke grup chat yang salah. (FotoL Unilad)

Perempuan berusia 20 tersebut tertarik dengan sebuah meme yang memperlihatkan seekor anjing yang tengah menggigit tali lalu di dalam foto tersebut ada keterangan yang bertuliskan,”I’m readu to F****** die now.” Kepada UNILAD, Celeste menjelaskan,”Saat itu aku terburu-buru, aku tidak menyadari kalau aku ternyata mengirim foto itu ke grup yang salah.”

Di grup chat keluarga tersebut ada ibu Caleste yang langsung memberikan jawaban sedikit panik ketika anaknya mengirimkan gambar yang dianggap mengerikan tersebut. “Ibuku langsung membalas pesanku dan mengatakan bahwa apakah aku perlu ke rumah sakit lantaran sebelumnya aku memang pernah dirawat karena mengalami depresi,” jelas Caleste.

2 dari 3 halaman

Foto Salah Kirim yang Membuat Banyak Orang Panik

Kirim foto ke grup chat yang salah. (FotoL Unilad)

Tidak hanya ibu Caleste, kakak Caleste pun langsung marah dan membawanya ke psikiater. Keluarga Caleste memang sangat cemas ketika ia mengirimkan foto tersebut. Tapi, hal tersebut tentunya sangat wajar mereka lakukan, apalagi Caleste memang sempat mengalami depresi hingga dirawat.

Sang ibu dan kakaknya takut bahwa kejadian serupa akan terulang kembali sehingga mereka pun menganggap bahwa foto tersebut adalah sebuah pesan yang harus diwaspadai. “Ini malam yang sangat menarik buatku,” jelas Caleste. Ia pun menyadari bahwa apa yang dilakukan oleh kakak dan ibunya hanya untuk melindunginya.

3 dari 3 halaman

Bunuh Diri Tidak Pantas Dijadikan Bahan Lelucon

Kirim foto ke grup chat yang salah. (FotoL Unilad)

Setelah membuat kepanikan, Caleste pun memahami reaksi yang dilakukan oleh ibu serta kakaknya. Mereka hanya mengkhawatirkan keselamatan Caleste. Dan Caleste kini pun sangat tahu kalau apapun yang berkaitan dengan bunuh diri memang tidak pantas dijadikan bahan lelucon.

“Aku setuju jika lelucon bunuh diri tidak boleh diremehkan sama sekali,” jelas Caleste. Namun Caleste mengaku bahwa ada saat di mana lelucon tersebut dapat membantu Caleste dan teman-temannya yang pernah mengalami hal serupa bangkit dari keterpurukan. Bagi Caleste dan teman-temannya, diam hanya akan membuatnya semakin “gila”, sehingga ia dan teman-temannya sangat suka membicarakan atau membagi sesuatu yang dianggap menyenangkan.