Jangan Kelewat Percaya Diri, Pacaran Lama Bukan Jaminan Pasti Akan Menikah Nanti

fitriandiani diperbarui 09 Agu 2018, 14:16 WIB

Fimela.com, Jakarta Masa pacaran yang sebentar memang terlalu riskan untuk dijadikan acuan kelayakan untuk menikah. Tapi, pacaran lama juga tidak sepenuhnya menjamin para pasangan 100% layak untuk menikah.

Kelayakan untuk menikah tidak diukur dari seberapa lama masa pacaran pasangan. Makanya, walau kamu sudah pacaran lama, jangan terlalu percaya diri soal pernikahan.

Berpikir positif boleh, tapi kelewat percaya diri adalah sesuatu yang berbeda. Output dari perasaan percaya diri yang berlebihan juga akan berbeda dengan pikiran positif.

Berpikir positif adalah tentang menyadari segala kemungkinan terburuk yang ada, namun menghalaunya dan memilih untuk fokus pada yang baik sambil melakukan langkah-langkah riil agar terwujud. Sementara kelewat percaya diri membuatmu cenderung mengabaikan kemungkinan buruk tersebut, sehingga ketika ada hal buruk menghampiri kamu tidak bisa mengantisipasi.

Kamu harus temukan perbedaan antara kedua sikap itu dan berusahalah untuk menghindari yang namanya kelewat percaya diri, sebab itu akan berbalik negatif untuk kamu.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Alasan Mengapa Kamu Tidak Boleh Terlalu Percaya Diri dengan Hubungan yang Sudah Berlangsung Lama

Ilustrasi relationship. (Foto: pexels.com)

Lama pacaran, banyaknya momen yang dilewati bersama dan kesempatan saling mengenal yang dalam saja tidak cukup untuk modal menikah

Yang lebih penting dari itu semua adalah kualitas yang bisa kalian bentuk sepanjang kebersamaan. Baik kualitas diri sendiri untuk satu sama lain, maupun kualitas kalian berdua sebagai pasangan.

Pacaran lama-lama kalau selama pacaran kebanyakan berantemnya, buat apa? Saling mengenal kalau tidak bisa menyamakan visi misi ke depannya, apa gunanya?

Kelewat percaya diri membuat kamu cepat puas dan malas berusaha menjadi lebih baik lagi

Ini yang paling berbahaya dari sifat terlalu percaya diri. Jadi cepat merasa puas dan menganggap semuanya sudah cukup. Padahal, cukup untuk sekarang bukan berarti cukup ke depannya.

 

3 dari 3 halaman

Harus Tetap Pasrah dan Berserah

Ilustrasi relationship. (Foto: pexels.com)

Kehidupan itu dinamis. Seiring berjalannya waktu, pasti ada perubahan yang membutuhkan penyesuaian baru. Kadang juga penuh kejutan yang tak diharapkan. Untuk itu, percaya diri bahwa hubungan kalian sudah cukup baik tak lebih penting daripada kesiapan untuk berjuang dan sama dinamisnya mengikuti kehidupan.

Mendahului takdir itu tidak baik, ingat Tuhan Maha Membolak-balikkan Hati

Hayo, percaya diri pangkal sombong. Sombong itu tidak disenangi Tuhan. Biar bagaimanapun, barengi kegigihanmu memperjuangkan dan memberikan yang terbaik untuk hubungan dengan memasrahkan segalanya kepada Tuhan YME. Semoga Dia tetap senang dengan kebersamaan kalian, dan semoga hati kalian tertuju kepada satu sama lain sebagaimana mestinya, dengan penjagaanNya.