Mengenal awal mula teknik membatik

Anisha Saktian Putri diperbarui 02 Okt 2018, 18:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, kita semua tahu jika batik merupakan kain kebanggaan masyarakat Indonesia. Proses pembuatannya yang cukup sulit, membuat kain ini menjadi warisan berharga bagi Indonesia.

Terlebih pada tanggal 2 Oktober 2009, UNESCO telah menetapkan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi. Untuk memperingatinya, setiap tanggal 2 Oktober masyarakat biasanya menggunakan batik ketika bekerja atau sekolah.

Ketua Ikatan Pecinta Batik Nusantara, Ayu Diah Pasha, memberikan pengetahuan mengenai awal mula teknik batik. Tidak hanya dipakai pada aktivitas sehari-hari, tidak ada salahnya kita mengetahui tentang batik lebih mendalam.

Menurutnya, teknik tutup lilin atau tulis, dengan pena yang terbuat dari bambu merupakan salah satu awal mula batik dibuat. Ia mengatakan, dahulu penutup pena tersebut menggunakan ketan atau beras yang ditumbuk.

 

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Perkembangan batik

Hari Batik Nasional (Foto: instagram/ Poppykarim)

Lalu, seiring dengan berkembangnya industri batik, teknik yang digunakan ialah teknik cap yang lebih ekonomis.

“Cap adalah suatu proses dalam perkembangan batik. Awalnya kain alami seperti sutra, kapas, kemudian masuk pedagang dari India ke indonesia memperkenalkan katun. Sehingga sekarang di era modern lebih menarik lagi batik, bisa di atas lycra atau poliester dengan teknik cap,” kata Ayu kepada Fimela.com, Selasa (2/10).

Ayu juga mengungkapkan, penggunaan canting merupakan ciri khas Indonesia. Ini merupakan teknik khusus yang kita miliki. Berbeda dengan di Malaysia, pewarnaannya menggunakan kuas.