Seberapa sering eksfoliasi boleh dilakukan? Ini panduannya

Annissa Wulan diperbarui 25 Okt 2018, 14:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Seperti yang sering dibahas sebelumnya, eksfoliasi adalah proses perawatan kulit untuk mengelupas sel-sel kulit mati, membuat kulit menjadi lebih halus dan sehat. Namun, seberapa sering eksfoliasi sebenarnya boleh dilakukan?

Kulit yang teriritasi, kemerahan, kering, dan mengelupas adalah tanda dari terlalu sering melakukan eksfoliasi. Terlalu sering melakukan eksfoliasi cenderung membuat kulit rusak.

Selain itu, dilansir dari instyle.com, Kamis (25/10/2018), kulit yang mentah, setelah proses eksfoliasi bisa terinfeksi jika tidak segera ditindaklanjuti dengan pelembap yang menenangkan. Para ahli sepakat jika eksfoliasi tidak boleh lebih dari dua kali dalam seminggu, walaupun hal ini tergantung dari musim, kondisi cuaca, dan berapa banyak makeup yang digunakan.

 

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Disarankan menggunakan serum eksfoliasi

Ilustrasi kecantikan. Sumber foto: pexels.com/Bennie Lukas Bester.

Pastikan untuk selalu menggunakan serum dan pelembap yang dapat menutrisi kulit. Serum yang bisa digunakan untuk eksfoliasi seperti enzim atau alpha hydroxy acid adalah pilihan untuk membantu mengelupas kulit mati, tanpa menyebabkan iritasi dan bisa digunakan setiap malam.

Serum eksfoliasi memungkinkan untuk melakukan eksfoliasi lebih sering tanpa risiko mengiritasi kulit atau menyebabkan kapiler rusak. Cobalah serum enzim yang lembut untuk semua jenis kulit dan gunakan hanya dalam jangka waktu satu minggu, kemudian beri jarak agar tidak terjadi penumpukan produk di kulit wajah.