4 Warisan Sakti Sang Ibu

Fimela diperbarui 18 Okt 2012, 15:48 WIB

Ladies, kehidupan masa kini yang makin inovatif memudahkan kita untuk melakukan aktivitas maupun memecahkan masalah sehari-hari. Beredarnya gadget canggih, mall, butik hingga klinik kecantikan, semakin mengakomodir kebutuhan wanita modern.

Tapi, tau nggak sih bahwa di sela-sela kehidupan kita yang modern ini, sebenarnya kita tidak lepas dari 'warisan ibu'? Tidak sedikit peranan budaya ibu kita yang banyak membantu kelangsungan hidup kita selama ini. Berikut ini beberapa contohnya yang akan Vemale rangkum untuk anda.

1. Traditional or Local Market

Umumnya disebut pasar tradisional. Lebih terjangkau, lebih bisa menawar harga dengan fleksibel, lebih fresh dan banyak pilihan. Bagi sebagian besar orang pasti pernah diajak ibu ke pasar. Jangan heran kalau ibu Anda lebih merekomendasikan  pasar tradisional daripada supermarket. Meskipun padat, riuh dan lebih berantakan, namun pasar tradisional masih menjadi pilihan bijak banyak ibu rumah tangga untuk berbelanja.

Selain pasar tradisional, Anda juga bisa mencoba untuk belanja di tukang sayur atau pasar pagi bila ada di sekitar rumah. Biasanya tukang sayur dan pasar pagi memiliki barang dagangan dengan kualitas dan harga yang tidak jauh berbeda dengan pasar tradisional.

2. Fashion Jadul

Ibu Anda mungkin masih menyimpan beberapa baju dan sepatu saat jaman pacaran. Bila pakaian itu sudah tidak cukup lagi, Anda bisa menggunakannya. Dunia mode yang berputar lagi saat ini malah tengah gencar-gencarnya menekankan blazer model 70-80 an, kemeja oversize, blouse bunga-bunga hingga celana kain jaman ibu kita masih bisa digunakan lho.

3. Resep Obat dan Jamu Tradisional

Dunia medis memang sudah semakin canggih, tapi sakit sedikit bukan berarti harus ke dokter kan? Anda bisa menggunakan bahan rempah-rempah seperti jahe, kunyit, cengkeh atau madu untuk menjaga kondisi tubuh. Bahan-bahan yang mudah didapatkan seperti ini lebih murah daripada harus sering-sering ke dokter hanya karena masuk angin.

4. Resep Masakan Tradisional

Nah, siapa yang suka masak? Saat ini banyak orang yang menghaluskan bumbu dengan cara menggunakan blender. Mungkin dulu ibu kita mengajarkan untuk menghaluskan bumbu dengan ditumbuk atau diuleg menggunakan cobek. Meskipun tujuannya sama-sama menghaluskan, namun untuk beberapa masakan hal itu akan berpengaruh. Misalnya menghaluskan bumbu kacang dengan cara tradisional, akan lebih bertekstur daripada dengan blender. Atau menggunakan bumbu instant juga akan berbeda kepekatan rasanya dengan bumbu olahan sendiri yang diolah dengan alat-alat tradisional.

Ibu memang inspirasi bagi kita untuk hidup dengan luwes dan berbudaya. Tidak ada salahnya memelihara warisan ibu kita secara turun-temurun untuk keluarga kita kelak. Bisa jadi, tindakan kecil ini merupakan bentuk pelestarian nilai-nilai tradisional yang hampir punah.

(vem/gil)