5 Kunci Sukses Membuat Kue yang Dipanggang Oven

Febi Anindya Kirana diperbarui 10 Des 2022, 11:21 WIB

Fimela.com, Jakarta Meskipun tampaknya mudah karena bahahn-bahannya tinggal dicampurkan, tapi nyatanya banyak orang menemui kegagalan saat membuat kue yang dioven. Tidak heran jika banyak orang merasa memasak lebih mudah dilakukan ketimbang memanggang kue karena ternyata banyak trik khusus yang harus diperhatikan jika ingin sukses membuat cake yang dioven. Apa saja kira-kira kunci sukses membuat cake atau kue yang dioven?

What's On Fimela
2 dari 6 halaman

1. Tepung kualitas terbaik

ilustrasi tepung/copyright Rawpixel

Tidak salah membuat kue dengan menggunakan tepung yang dijual kiloan. Namun untuk hasil terbaik, belilah tepung dengan kualitas baik, sekiranya tidak lembap, tidak terkena angin, masa kedaluwarsa masih lama dan kemasan segel produksi baru. Jenis tepung yang cocok untuk membuat cake umumnya tepung terigu protein sedang, tapi akan lebih baik jika menggunakan tepung protein tinggi, atau campuran keduanya.

3 dari 6 halaman

2. Bahan suhu ruang

ilustrasi membuat kue/Aleksandr Gorodkov/Shutterstock

Tidak banyak orang sadar betapa pentingnya menjaga bahan-bahan kue di suhu ruangan. Pastikan tidak menyimpan kue di tempat lembap, terlalu lama di kulkas atau di bawah terik sinar matahari khususnya untuk tepung, susu, mentega dan telur. Menjaga temperatur bahan-bahan sesuai dengan suhu ruang adalah trik terbaiknya. Jika menggunakan bahan-bahan yang masih dingin (baru dikeluarkan dari lemari es), hasil cake akan keras dan bantat. Sebagian orang mengakalinya dengan memanaskan sejenak di microwave, namun tentu saja berisiko bahan jadi overcooked.

4 dari 6 halaman

3. Bahan segar

ilustrasi adonan roti/copyright shutterstock.com/Thanakorn.P

Sama pentingnya dengan menjaga bahan-bahan di suhu ruangan. Semua bahan adonan cake juga harus segar, tidak disimpan terlalu lama di lemari sehingga tidak layak pakai. Misalnya ragi yang berjamur, tepung yang menggumpal karena lembap, tepung berbau karena terlalu lama disimpan, keluar kutu dan lain sebagainya. Telur juga harus dibeli segar, telur yang encer ketika dipecahkan berarti telur itu sudah tidak segar. Margarin dan bahan-bahan lain perlu dicek tanggal produksi dan masa kedaluwarsanya.

5 dari 6 halaman

4. Trik mengaduk yang tepat

ilustrasi adonan/copyright Rawpixel

Mencampur dan mengaduk bahan untuk cake juga sebaiknya dikuasai dengan baik. Ada beberapa cake yang perlu dikocok lama, dan ada pula yang tidak butuh terlalu lama. Terkadang butuh latihan berkali-kali sehingga kita bisa mengenali kesalahan membuat kue dan mengetahui trik yang tepat. Misalnya untuk membuat sponge cake sederhana, ketika tahu bahwa semua bahan sudah tercampur, gunakan kecepatan tinggi selama 5 detik untuk membuat semua bahan tercampur rata dengan konsistensi yang homogen. Selanjutnya tinggal menuangkannya ke dalam loyang. Apabila dikocok terlalu lama, cake akan bantat dan keras.

6 dari 6 halaman

5. Hilangkan gelembung

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/danielkrason

Gelembung-gelembung pada adonan kue yang cair bisa menciptakan lubang atau rongga-rongga di dalam cake sehingga membuatnya kurang cantik. Hentak-hentakkan loyang dari ketinggian 10 cm sehingga gelembungnya bisa keluar, terutama untuk jenis-jenis cake yang menggunakan baking soda dan baking powder. Cara ini akan membantu mengeluarkan gas atau udara yang terjebak di dalam adonan sekaligus meratakan permukaannya.

Jika mengikuti tips di atas, niscaya kamu bisa memanggang cake yang cantik, lembut, tidak bantat dan enak dikonsumsi.

#Women for Women