Awas, Perangkat Layar Sentuh Membuat Kemampuan Berbahasa Bayi Menjadi Lemah

Fimela diperbarui 09 Mei 2014, 13:10 WIB

Saat ini kehadiran berbagai perangkat digital telah banyak membantu kehidupan manusia. Perangkat digital masa kini telah didesain dengan fitur-fitur user friendly sehingga dapat dengan mudah dioperasikan oleh berbagai kalangan usia. Termasuk anak-anak.

Bukan lagi menjadi hal yang mengherankan melihat si kecil fasih mengoperasikan smartphone milik kita. Tetapi tahukah Anda, bahwa gadget berbasis layar sentuh ternyata berdampak pada kemampuan berbahasa si kecil?

Dilansir oleh dailymail.co.uk, berdasarkan penelitian yang dilakukan di Cohen Children's Medical Centre, New York terhadap anak-anak berusia 0-3 tahun, mereka yang memainkan games di perangkat layar sentuh lebih lambat dalam kemampuan verbalnya. Studi ini dilakukan terhadap mereka yang memainkan game non-edukasi, misalnya Angry Birds dan Fruit Ninja. Wah, kok bisa ya?

Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak orang tua percaya anak-anaknya akan mendapat manfaat edukasi dengan penggunaan perangkat layar sentuh masa kini. Perangkat layar sentuh, misalnya tablet dan smartphone kini mulai menggeser kedudukan buku dan mainan anak konvesional. Dari 65 keluarga yang dijadikan sampel penelitian, terbukti 63 diantaranya memberikan perangkat digital ini sebagai mainan anak-anaknya.

Penggunaan perangkat digital oleh anak-anak umumnya dimulai di usia 11 bulan dan mereka menghabiskan waktu sebanyak 36 menit per hari. Teknologi memang bertujuan untuk memudahkan kehidupan manusia, apalagi dengan semakin banyaknya perangkat yang diciptakan dengan fitur-fitur yang canggih. Tetapi, interaksi antara orang tua dan anak tetaplah menjadi hal yang utama untuk membantu tumbuh kembang anak, tidak dapat digantikan oleh benda apapun. So, be wise, Parents :)

(vem/wnd)