Kejadian Langka: Seorang Ibu Melahirkan Bayi Kembar Prematur dengan Jeda 24 Hari

Fimela diperbarui 14 Jun 2014, 12:30 WIB

Orang tua mana yang tidak bahagia saat mengetahui bahwa mereka akan memiliki sepasang bayi kembar. Seorang ibu bernama Lindalva Dasilva (35 tahun) sangat bahagia saat tahu dirinya mengandung sepasang anak kembar. Sayangnya, air ketuban Lindalva pecah 24 minggu lebih awal.

"Saya benar-benar panik. Saya pikir saya akan kehilangan bayi saya," ungkap Lindalva seperti yang dilansir oleh today.com. Wanita yang tinggal di Somerville, Massachusetts akhirnya dilarikan ke Tufts Medical Center. Dokter memberinya antibiotik dan obat-obatan untuk memperlambat kontraksinya agar otak bayi dapat terlindungi dan membuat paru-paru bayi berkembang dengan baik.

Alexandre Dilahirkan pada Tanggal 2 Maret 2014
Bayi yang pertama lahir di usia kehamilan 24 minggu dan 5 hari. Berat bayi yang diberi nama Alexandre ini adalah 1,5 pon. Tadinya Lindalva sangat takut dan khawatir dengan kondisi bayinya, tapi ia akhirnya merasa lega setelah mendengar tangisan sang bayi. "Jika ia menangis, itu tandanya ia selamat... bayi itu diberikan kepadaku agar bisa aku cium dan kalimat pertamaku adalah 'Dia kecil sekali'."

Dr. Sabrina Craigo, kepala maternal-fetal medicine di Tufts Medical Centre mengungkapkan bahwa bayi yang lahir lebih awal memiliki kesempatan untuk hidup sebesar 50-60 persen. Alexandre yang baru dilahirkan mengalami sakit yang parah di beberapa minggu awal hidupnya. Ia mengalami gangguan pernapasan yang butuh ventilator dengan frekuensi yang tinggi.

Dr. Craigo Membuat Rencana untuk Menunda Kelahiran Bayi Kedua
Agar bayi kedua bisa lahir dalam kondisi selamat dan sehat, Dr. Craigo memutuskan untuk menunda kelahiran bayi kedua. Ia membuat pendekatan yang bernama delayed interval delivery. Dengan kata lain kelahiran bayi kedua sebisa mungkin ditunda agar perkembangannya bisa lebih baik dan sehat. Pendekatan ini tergolong langka dan Dr. Craigo sendiri hanya melihat 10 kasus atau bahkan kurang dari itu selama praktiknya sebagai dokter dalam kurun waktu 20 tahun lebih.

Setelah menjalani pemeriksaan, Lindalva ternyata tak menunjukkan tanda-tanda infeksi atau pendarahan berat. Dokter akhirnya membiarkan plasenta bayi yang pertama di dalam rahimnya dan memberikan antibiotik.

Ronaldo Akhirnya Lahir Pada Tanggal 26 Maret 2014
Lindalva harus tetap berada di rumah sakit untuk observasi dan semua orang tampak cukup cemas. Namun, Lindalva menyerahkan semuanya kepada Tuhan jadi ia tidak begitu panik.

Dan hari itu tiba, bayi yang kedua lahir pada tanggal 26 Maret--jeda 24 hari dari bayi yang pertama. Bayi yang diberi nama Ronaldo ini memiliki berat badan 1 pon lebih berat daripada Alexandre. Kedua bayi itu terlihat menunjukkan perkembangan yang cukup bagus tapi masih harus tetap diawasi ketat karena keduanya masih memiliki risiko gangguan kesehatan dalam masa pertumbuhannya.

Sang ibu Lindalva sudah membuat rencana untuk hari kelahiran sepasang bayi mungilnya. Pesta ulang tahun yang utama akan digelar pada hari kelahiran Ronaldo, tetapi Alexandre akan tetap mendapatkan kue ulang tahunnya 24 hari lebih awal.



(vem/nda)
What's On Fimela