Implan Payudara Yang Kusesali.. Membuatku Kehilangan Payudara dan Hampir Meninggal

Fimela diperbarui 18 Mar 2015, 11:20 WIB

Beberapa waktu yang lalu kami menulis tentang seorang gadis yang wajahnya hampir membusuk karena operasi plastik. Kejadian yang sama bahkan lebih parah terjadi pada wanita Australia. Awalnya dia ingin memiliki payudara yang lebih berisi, sayangnya hasil operasi membuat tubuhnya mengalami infeksi parah dan hampir kehilangan nyawa.

Courtney O'Keefe berasal dari Perth, Australia. Dia berhasil menurunkan berat badan hingga 35 kilogram. Karena penurunan itu, bagian payudaranya kendur. Courtney merasa layak melakukan operasi implan payudara sebagai hadiah untuk dirinya sendiri karena sudah berjuang untuk langsing. Akhirnya dia memutuskan operasi di Thailand karena biayanya lebih murah, sekaligus liburan.

Infeksi Menyebar ke Seluruh Organ Dalam

Sebelum melakukan operasi, tim yang melakukan operasi mengatakan, "Anda akan memiliki kebahagiaan setelah ini," namun yang dialami Courtney justru sebaliknya. Setelah operasi selesai dilakukan, payudaranya memang tampak baik seperti yang diharapkan, namun hasil operasinya mengalami infeksi parah, dilansir oleh dailymail.co.uk.

Saat dibawa ke rumah sakit di Perth, Courtney langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat. Dokter menemukan infeksi bakteri langka Pseudomonas aeruginosa dan hal itu sangat serius. Kondisi Pseudomonas aeruginosa terus memburuk karena infeksi itu sudah menggerogoti tak hanya pada payudara, tetapi juga bagian hati, ginjal, jantung dan otaknya.

Payudara Terpaksa Diangkat dan Berbulan-Bulan Dirawat di Rumah Sakit

Akibat infeksi tersebut, Courtney sampai harus dirawat di ruang isolasi. Bahkan kedua orang tua Courtney seolah tak memiliki harapan bahwa putri mereka akan sembuh, sebab kondisinya sudah sangat kritis. "Ayah dan ibu saya bahkan mengucapkan selamat tinggal kepada saya dua kali," ujar Courtney.

Untuk menghindari perluasan infeksi, tim dokter tidak hanya mengangkat implan payudara, sebab kedua payudara Courtney harus diangkat juga. Cobaan itu belum berakhir, karena Courtney harus menghabiskan waktu berbulan-bulan di rumah sakit untuk memulihkan bagian ginjal, hati, jantung dan otak akibat infeksi yang menyebar.

"Hidupku tidak akan pernah normal setelah ini," ujar Courtney sambil berderai air mata.

Rencananya, wanita tersebut akan menjalani operasi plastik rekontruksi setelah kondisi seluruh organ tubuhnya pulih.

Semoga kisah ini membuat Anda lebih berhati-hati saat memilih klinik kesehatan dan klinik kecantikan. Be careful..

(vem/yel)
What's On Fimela