Aduh, Kok Lapar Terus Ya? Oh, Ternyata Ini Penyebabnya

Fimela diperbarui 17 Sep 2015, 13:50 WIB

Ladies, pernah nggak kamu berada dalam situasi yang membuatmu terus saja merasa lapar? Sudah makan banyak, tapi rasanya belum saja cukup. Rasanya mulut ini masih ingin mengunyah lebih banyak makanan dan perut juga rasanya masih punya ruang untuk tambahan makanan baru. Hmm...

Pasti ada akar masalahnya, kamu merasa lapar pasti ada sebabnya. Dilansir dari cookinglight.com, Carolyn Williams, Ph.D., R.D. memaparkan sejumlah penyebab seseorang tak bisa berhenti makan. Yuk, langsung kita ikuti info lengkapnya di sini. Siapa tahu kamu menemukan penyebab dari rasa laparmu yang tak kunjung hilang di artikel ini. Let's find out the answer, Ladies!

(vem/nda)
2 dari 6 halaman

Kurang Tidur Tuh

Foto: copyright thinkstockphotos.com

Kalau kamu kurang tidur, maka kadar hormonmu akan terganggu. Akibatnya nafsu makanmu pun juga terpengaruh. Ada penelitian yang menunjukkan kalau orang tidur kurang dari enam jam per malam maka ia bisa mengonsumsi makanan dengan jumlah kalori lebih banyak keesokan harinya. Nah, jadi coba cek lagi apakah kamu sudah mendapat cukup waktu tidur?

Dehidrasi juga bisa membuatmu terus merasa lapar. Terkadang tubuh kita salah menangkap sinyal. Kita merasa lapar, padahal sebenarnya yang kita butuhkan hanya air putih. Sangat disarankan untuk selalu minum air putih setiap 20 menit sekali, supaya nafsu makanmu bisa terjaga dengan baik.

3 dari 6 halaman

Coba Cek Emosi Kamu Saat Ini

Foto: copyright thinkstockphotos.com

Ada orang yang jadi makan banyak sekali saat stres. Ada juga orang yang akan selalu lapar saat ia merasa sedih. Coba cek emosi kamu saat ini. Seringkali kita menjadikan makanan sebagai "obat" atas emosi yang kita rasakan.

Emotional eating, aktivitas makan yang dilakukan dengan emosi, ini bisa memicu nafsu makanmu semakin tinggi. Kamu jadi tak bisa mengontrol lagi kapan saatnya berhenti makan. Stabilkan emosimu dulu baru makan. Jangan melampiaskan emosi lewat makanan, ya.

4 dari 6 halaman

Kadar Hormon Nggak Stabil

Foto: copyright thinkstockphotos.com

Dua jenis hormon yang berkaitan dengan rasa lapar dan nafsu makan adalah ghrelin dan leptin. Ghrelin bisa menimbulkan rasa lapar sementara leptin bisa mengurangi rasa lapar. Dalam kondisi normal, kadar ghrelin akan meningkat ketika kamu tidak makan dalam kurun waktu beberapa jam. Leptin akan meningkat saat kamu selesai makan.

Masalahnya kalau kamu punya kebiasaan makan yang buruk dan pola hidup yang tak sehat, kadar hormon dalam tubuh akan tidak stabil. Apalagi kalau kamu stres, maka hormon kortisol akan meningkat yang membuatmu terus merasa lapar.

Kalau hormon kortisol meningkat, rasa lapar akan ikut meningkat, sementara efisiensi insulin menurun, dan kadar lemak dalam tubuh ikut meningkat. Tuh kan, repot juga kalau kadar hormon dalam tubuhmu tidak stabil. Untuk menjaga keseimbangan hormon, kita perlu mendapat waktu tidur cukup, mengonsumsi makan sehat, dan hindari makanan kaya lemak.

5 dari 6 halaman

Cuaca Dingin

Saat musim hujan atau cuaca dingin, maka yang ada di benak kita adalah mengonsumsi berbagai macam makanan berat yang mengandung banyak kalori. Kadang kita sampai mengonsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat tinggi. Kalau cuaca sedang dingin, sebaiknya kamu lebih hati-hati dalam mengontrol nafsu makanmu, ya Ladies.

Makan bareng teman atau orang lain juga bisa membuatmu merasa terus lapar. Terkadang dalam acara kumpul-kumpul, akan ada banyak makanan yang dihidangkan. Dan kita biasanya akan merasa tak enak saat tak menikmati makanan tersebut. Ditambah lagi ketika kita melihat orang lain terlihat sangat menikmati makanannya, kita jadi ikut-ikutan dan akhirnya nafsu makan tak bisa terkontrol dengan baik.

6 dari 6 halaman

Rasa Bosan yang Menyergap

Foto: copyright thinkstockphotos.com

Saat bosan dan tak ada sesuatu yang bisa dilakukan, maka kita akan "cari kesibukan" dengan aktivitas makan. Apalagi kalau kamu tipe orang yang super aktif dan nggak bisa diam. Maka, saat rasa bosan sudah menyergap, kamu jadi mengalihkan perhatian dengan makan.

Penelitian mengungkapkan bahwa hal ini disebabkan oleh kehidupan kita yang dipengaruhi banyak stimulasi. Kita terbiasa berhubungan dengan berbagai hal dan dibuat sibuk. Saat tak ada stimulasi atau hal yang bisa kita lakukan, maka pikiran kita mulai menekan "tombol cari". Dan makan merupakan aktivitas yang paling memungkinkan dilakukan ketika sedang menganggur atau bosan.

Solusinya, ketika kamu bosan dan mulai berniat untuk makan, coba cari kesibukan dengan menggerakkan tubuhmu. Lakukan olahraga ringan yang bisa kamu lakukan saat itu juga. Saat tubuh aktif bergerak, maka kita tak lagi cari-cari alasan untuk makan.

[pos_1]