Hati-Hati Ladies, Ketergantungan Pil Diet Timbulkan Kerusakan Serius Pada Jantung

Fimela diperbarui 13 Nov 2015, 12:30 WIB

Diet seringkali jadi hal yang sulit dilakukan, entah karena kondisi yang tidak mendukung atau karena keinginan kurus secara instan. Banyak wanita akhirnya terjebak dengan iming-iming kurus cepat dengan minum pil diet. Tapi coba pikirkan dahulu sebelum memutuskan minum pil diet Ladies.

Karena dikutip dari womenshealthmag.com, sebuah penelitian menemukan bahwa orang-orang yang minum pil diet untuk menurunkan berat badan akan mengalami peningkatan detak jantung (berdebar cepat), nyeri dada, dan akhirnya mengalami kerusakan jantung seperti gagal jantung.

Peneliti melihat data kunjungan UGD di beberapa rumah sakit pada tahun 2004-2013 dan ternyata kebanyakan adalah keluhan efek samping pil diet. Data ini menunjukkan ada 3.667 orang yang minum pil diet mengalami peningkatan debar jantung dan berbagai masalah kesehatan lainnya.

Meski memang tidak ditunjukkan pil diet macam apa yang diambil para pasien, namun hal ini sudah cukup memberi peringatan bagi para kaum hawa untuk berhati-hati ketika memutuskan diet. Jangan hanya karena ingin kurus dengan cepat, lalu memutuskan cara instan dengan cara minum pil diet.

Banyak orang yang minum pil diet adalah wanita dengan usia kisaran 20-34 tahun dengan tujuan menurunkan berat badan atau untuk meningkatkan energi, namun yang terjadi justru sebaliknya. Diet yang baik harus diikuti dengan proses yang tidak sebentar, dan tentunya juga butuh usaha dan pengorbanan seperti misalnya mengurangi gula, garam, karbohidrat, lemak dan berbagai junk food disertai olahraga rutin.

Jadi jika ingin diet, jangan cari yang instan Ladies. Lakukan dengan cara yang sehat ya, atur pola makan dan olahraga rutin jika tidak ingin gagal jantung karena pil diet.

(vem/feb)