Forever 21 Membuka Gerai Ke-3 di Indonesia

Fimela diperbarui 22 Des 2015, 18:17 WIB

Sifat alamiah bagi dari semua wanita adalah ingin selalu tampil fashionable dan terlihat berbeda di setiap kesempatan. Hal inilah yang mendorong kebutuhan dalam berbusana semakin meningkat. Melihat keadaan seperti itulah, perusahaan ritel fashion multinasional berbasis di California, Amerika Serikat, yakni Forever 21 kembali melakukan ekspansi bisnisnya di Indonesia.

Dengan dibukanya gerai ketiga dari Forever 21 di Lippo Mal Puri - The St Moritz Jakarta Barat, maka pilihan model fashion di Indonesia pun menjadi semakin variatif di penghujung tahun 2015 ini. Dalam pembukaan gerai terbaru dari Forever 21 ini, turut hadir juara Asia’s Next Model 2015 asal Indonesia, Ayu Ghani, yang terlibat langsung dalam memeriahkan launching gerai terbaru tersebut.

Linda Chang, Vice President Merchandise Forever 21, mengatakan bahwa pengembangan produk fashion dari Forever 21 diharapkan akan memperkaya khasanah perkembangan mode di Indonesia.

"Kami melihat Indonesia menjadi salah satu pasar potensial yang mengalami perkembangan dunia fashion yang cukup pesat. Kondisi ini memacu kami untuk bergerak cepat mengembangkan gerai kami untuk memenuhi kebutuhan fashion masyarakat di Indonesia yang juga terus bergerak dinamis," ungkap Linda Chang di kawasan Jakarta.

Gerai terbaru dari Forever 21 ini memiliki luas sekitar 16.000 m2. Gerai baru ini menghadirkan berbagai koleksi dari Forever 21, Contemporary, dan Forever 21 Denim, yang belakangan ini menjadi produk yang banyak diminati masyarakat pencinta fashion. "Selain pengembangan gerai Lippo Mal Puri, Forever 21 juga melakukan pengembangan di gerai lainnya yang berada di Pondok Indah Mal dan Plaza Indonesia," tambahnya.

Forever 21 memulai bisnisnya dengan membuka toko fashion sederhana di Amerika Serikat dengan nama Fashion 21. Forever 21, kini telah berkembang dengan dibukanya 500 cabangnya di berbagai negara dengan 30.000 karyawan. Kesuksesan ini juga ditunjukkan dengan pencapaian keuntungan sebesar 3,4 miliar dollar di tahun 2012.

(vem/yun/ama)